7 Perbedaan Mendasar Bank Konvensional dan Bank Syariah

Seiring berjalannya waktu, perbankan pun berkembang makin pesat. Kini, tak hanya bank-bank saja yang melayani nasabah, namun bank juga mulai banyak ditemui di berbagai kota di .

bank konvensional dan syariah - www.syariahbank.com

bank konvensional dan syariah - www.syariahbank.com

 

Sayangnya, kebanyakan Indonesia masih belum mengetahui perbedaan antara kedua bank ini. Nah, berikut informasi mengenai perbedaan mendasar antara bank konvensional dengan bank syariah.

Bank konvensional adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional, yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran secara umum berdasarkan prosedur dan ketentuan yang telah ditetapkan. Sementara, bank syariah merupakan perbankan yang segala sesuatu yang menyangkut tentang bank dilakukan berdasarkan prinsip syariah.

Pandangan terhadap Uang

Baca juga:  Islandia Bakal Hilangkan Kesenjangan Upah Pekerja

Bank konvensional melihat uang sebagai komoditas, artinya memandang uang sebagai barang yang diperjualbelikan. Sementara, bank syariah memandang uang sebagai alat tukar.

Akad

Surat perjanjian bank konvensional dibuat berdasarkan hukum positif yang sedang berlaku di Indonesia. Sementara, semua transaksi di bank syariah harus berdasarkan akad yang dibenarkan oleh syariat Islam (Al Quran dan Hadis) dan telah difatwakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), seperti akad al-mudharabah (bagi hasil), al-musyarakah (perkongsian), al-musaqat (kerja sama tani), al-ba’i (bagi hasil), al-ijarah (sewa-menyewa), dan al-wakalah (keagenan).

Keuntungan

Keuntungan atau bunga pada bank konvensional sebenarnya berasal dari keuntungan bank meminjamkan dana kepada nasabah lain dengan bunga yang lebih besar serta menggunakan konsep biaya untuk menghitung keuntungan. Sementara, keuntungan di bank syariah menggunakan pendekatan bagi hasil (al-mudharabah).

Sumber Likuiditas

Baca juga:  Berbeda Dengan Indonesia, Harga Ubi di Jepang Relatif Mahal

Likuiditas bank konvensional dari pasar uang bebas didapatkan dari emiten mana saja. Sementara, bank syariah hanya mengambil sumber dari pasar uang yang menerapkan prinsip-prinsip syariah.

Risiko Usaha

Bank konvensional tidak berurusan dengan risiko yang mungkin dihadapi nasabah. Pihak nasabah juga tidak perlu memikirkan risiko yang mungkin terjadi kepada bank tempatnya melakukan transaksi keuangan ataupun menyimpan dana. Sementara, bank syariah menerapkan konsep “ringan sama dijinjing dan berat sama dipikul”. Jadi, keuntungan dan kerugian ditanggung bank dan nasabah.

Struktur Pengawas

Struktur pengawas bank konvensional dijabat oleh dewan komisaris. Sementara, struktur pengawas bank syariah lebih kompleks, yang meliputi dewan komisaris, dewan pengawas syariah, hingga dewan syariah nasional.

author
No Response

Leave a reply "7 Perbedaan Mendasar Bank Konvensional dan Bank Syariah"