Alasan Dibalik Kepulauan Banda Pernah Berharga Dibanding Manhattan

New York City memang sudah lama diketahui menjadi pusat perdagangan global, sehingga banyak sebagian melupakan bahwa 350 tahun yang lalu tentang keseimbangan kekuatan ekonomi yang sangat berbeda dan dibanding terhadap pergantian pulau-pulau di yang sekarang.

Kepulauan Banda - www.nbcnews.com

Kepulauan Banda - www.nbcnews.com

Salah satu pulau yakni, Kepulauan Banda pernah menjadi jantung perdagangan terbesar dan terpenting di khususnya dalam rempah-rempah. Bagian dari apa yang secara sejarah dikenal sebagai Kepulauan Rempah-Rempah dan sekarang dikenal dengan sebutan Indonesia. Pulau Banda terdiri dari 10 titik kecil di Laut Banda yang luas dan sekarang pulau ini didiami 15.000 jiwa.

Sejarah mencatat bahwa pada tanggal 31 Juli 1667 silam, telah terjadi sebuah kesepakatan dilakukan negara Inggris secara resmi menukar dua pulau kecil itu untuk sebuah koloni Belanda yang rawa. Koloni tersebut dulunya  dikenal dengan New Amsterdam yang sekarang berubah menjadi kota New York.

Baca juga:  ‘Komputer Percakapan’ Baidu Bakal Ubah Industri yang Baru

“New York mungkin menjadi pusat keuangan, namun Kepulauan Banda adalah ibukota keanekaragaman hayati mega-laut. Ini adalah lingkungan yang istimewa,” ungkap Tanya Alwi, pendiri Yayasan Heritage Banda Naira. Ayahnya, Des Alwi, yang meninggal pada tahun 2010, dikenal sebagai raja pulau itu, telah mendirikan sekolah tinggi kelautan.

Di New York saat ini, Anda akan kesulitan menemukan banyak orang menyadari pulau-pulau atau kesepakatan yang mengubah jalannya sejarah kota mereka, ungkap Tanya.

Saat ini, aset paling berharga pulau Banda adalah lingkungan bawah laut mereka. Di dalam laut Banda akan banyak ditemui  terumbu karang yang indah di dunia dan dari terumbu karangnya yang tahan banting. Saat aliran lahar dari letusan gunung berapi tahun 1988 itu mengalir ke laut, karang di kepulauan Banda tetap subur. Hal ini juga menjadi  teka-teki ahli biologi kelautan seluruh dunia.

Baca juga:  Bandar Udara Banjarmasin: Syamsudin Noor

“Saya tidak pernah melihat yang seperti itu. Ini sangat unik,” ucap aseMareike Huhn, koordinator ilmiah untuk Luminocean, sebuah kelompok konservasi, yang telah mempelajari terumbu karang Banda selama lima tahun.

Kepulauan Banda pernah yang indah tersebut juga menarik pengunjung selebriti dunia. Rocker Rolling Stone Mick Jagger, mendiang Putri Diana juga pernah pernah berkunjung ke Pulau Banda.

Untuk mencapai pulau ini, perahu menjadi cara yang paling andal untuk sampai ke sana. Perahu cepat dari Ambon ke banda memakan waktu enam jam. Tapi sama halnya dengan , penggunaan perahu juga tidak dapat diprediksi.

Bukan untuk pertama kalinya, Kepulauan Banda yang kecil mencoba menavigasi laut- global yang sulit mencari pembangunan tanpa menghancurkan apa yang spesial dari pulau-pulau itu, dan berharap sedikit bantuan dari Manhattan, pulau lain dan yang lebih kaya yang mana pernah mereka perdagangkan tiga setengah abad yang lalu.

Baca juga:  Berbeda Dengan Indonesia, Harga Ubi di Jepang Relatif Mahal
author
No Response

Leave a reply "Alasan Dibalik Kepulauan Banda Pernah Berharga Dibanding Manhattan"