Arti dan Model “Intervensi”

No comment 386 views

Dalam bidang dan pemerintahan, kita sering mendengar istilah “intervensi”. Istilah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan campur tangan suatu pihak kepada pihak lain dengan memiliki tujuan tertentu. Namun, apa sebenarnya dari “intervensi”?

intervensi - www.kompasiana.com

intervensi - www.kompasiana.com

 

Menurut Kamus Besar Bahasa , intervensi bisa dimaknai sebagai campur tangan dalam perselisihan antara dua pihak (bisa orang, golongan, negara, dan sebagainya). Sementara menurut Black’s Law Dictionary, intervensi merupakan campur tangan suatu negara dalam urusan negara lain dengan menggunakan kekuatan atau ancaman kekuatan.

Senada, Parry dan Grant juga mengungkapkan bahwa intervensi adalah turut campurnya suatu negara secara diktator dalam kaitannya dengan negara lain dengan tujuan untuk menjaga atau mengubah kondisi aktual tertentu. Sementara, Lauterpach menyebut intervensi sebagai campur tangan suatu negara secara diktator terhadap urusan dalam negeri negara lain dengan maksud untuk memelihara atau mengubah kondisi, situasi, atau barang di negara tersebut.

Intervensi bisa dibedakan menjadi dua model besar, yaitu intervensi berdasarkan jangkauan dan intervensi berdasarkan dampak. Intervensi berdasarkan jangkauan dibagi menjadi:

  • Intervensi internal, yaitu campur tangan yang melibatkan negara luar sebagai pendukung pemberontakan di negara tertentu secara diktator.
  • Intervensi eksternal, yaitu campur tangan negara lain pada perang yang telah terjadi antara dua negara atau lebih.
  • Intervensi reprisal, yaitu campur tangan suatu negara yang dilakukan atas dasar pembalasan terhadap kerugian yang ditimbulkan negara lain dengan melakukan perang kecil atau blokade.

Sementara, berdasarkan dampaknya, intervensi dibagi menjadi:

  • Intervensi positif, yaitu campur tangan negara atau lembaga lain dengan tujuan untuk menegakkan keadilan dan menghormati hak asasi .
  • Intervensi negatif, yaitu campur tangan yang dilakukan dengan menggunakan -produk internasional dan biasanya dilakukan oleh negara-negara berkembang.

Menurut Starke, intervensi bisa dibenarkan secara hukum internasional, jika bertujuan melindungi hak dan kepentingan warga negara lain, pembelaan diri, intervensi yang berhubungan dengan negara dominionnya, serta apabila negara yang diintervensi melakukan pelanggaran hukum internasional yang berat. Biasanya, intervensi seperti ini dilakukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Namun, intervensi juga bisa berdampak negatif. Contohnya, pemerintah Indonesia melalui Kemenpora yang mengintervensi PSSI karena dinilai tidak becus dalam mengurusi sepak bola Tanah Air. Imbas intervensi pemerintah ini, status keanggotaan PSSI dibekukan oleh FIFA sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Baca juga:  Radio Tape Polytron
author
No Response

Leave a reply "Arti dan Model “Intervensi”"