Arti dan Sejarah Munculnya Istilah “Jayus”

merupakan lambang bunyi arbitrer yang konvensional. Ini berarti, dapat menggunakan kata atau apa saja untuk menyebut sesuatu, selama kata atau tersebut disepakati oleh masyarakat umum atau masyarakat tempat itu berkembang.

Jayus - direktorigambar.blogspot.co.id

Jayus - direktorigambar.blogspot.co.id

 

Dengan sifatnya tersebut, bahasa memang terus berkembang dari waktu ke waktu. Setiap generasi tentunya memiliki bahasa atau istilah yang khas yang dapat menggambarkan wajah zamannya. Di era tahun 1980-an hingga tahun 1990-an, kita tentunya familiar dengan istilah-istilah semacam doski, yongkru, yoi pace, hebring, ngocol, hingga EGP dan ember. Kini, di milenium ketiga, juga banyak bermunculan bahasa atau istilah pergaulan yang cukup unik dan sedikit nyeleneh.

Salah satu istilah atau bahasa prokem gaul khas anak zaman sekarang yang cukup booming adalah jayus. Menurut kamus bahasa gaul yang banyak beredar di , jayus ini dapat diartikan sebagai sesuatu untuk menggambarkan hal yang dianggap lucu pada awalnya namun sudah tidak lucu lagi di zaman sekarang.

Sebenarnya, istilah jayus telah muncul pada akhir dekade 1990-an dan masih banyak digunakan hingga saat ini. Dari cerita mulut ke mulut, istilah ini konon muncul ketika ada seorang anak di daerah Kemang yang bernama Herman Setiabudhi yang kerap dipanggil Jayus oleh teman-temannya. Jayus adalah nama ayah Herman (lengkapnya Jayus Kelana), seorang pelukis di kawasan Blok M. Herman sendiri dikenal sebagai anak yang sering melawak, namun lawakannya tersebut justru sering tidak lucu.

Untuk lebih mengetahui secara lebih rinci mengenai arti istilah jayus ini, dapat dilihat pada percakapan berikut.

A : “Bola apa yang mirip kucing?”

B : “Bola emon…”

C : “Jayus banget, bo!”

Jika merujuk tersebut, istilah jayus juga dapat disetarakan dengan kata “garing”, sebuah istilah gaul yang juga cukup akhir-akhir ini. Garing merupakan kata yang berasal dari bahasa Sunda yang berarti tidak lucu. Awalnya, kata ini hanya digunakan di Jawa Barat saja. Namun, karena banyaknya mahasiswa luar pulau yang kuliah di Jawa Barat (Bandung) lalu kembali ke kota kelahiran mereka, kata ini kemudian dipakai dalam beberapa kesempatan dan menjadi di daerah lain.

Baca juga:  Bandara Luwuk (Syukuran Aminuddin Amir), Bandara Kelas II di Sulawesi Tengah
author
No Response

Leave a reply "Arti dan Sejarah Munculnya Istilah “Jayus”"