Arti dan Sejarah Singkat Istilah ‘Nusantara’

Anda yang mengaku warga Indonesia pasti sudah tidak asing lagi dengan Nusantara. Menurut Kamus Besar Indonesia, istilah ini digunakan untuk menyebut seluruh wilayah kepulauan Indonesia, mulai Sumatera di bagian barat hingga Papua di sebelah timur.

Nusantara - islamedia.id

Nusantara - islamedia.id

 

Menurut sejarah, istilah ini pertama kali tercatat dalam literatur berbahasa Jawa pertengahan abad ke-12 hingga ke-16 untuk menggambarkan konsep kenegaraan yang dianut Kerajaan Majapahit. Pada masa itu, Kerajaan Majapahit dibagi menjadi tiga wilayah bagian, yaitu Negara Agung yang merupakan daerah sekeliling ibukota kerajaan, Mancanegara yang merupakan daerah di Pulau Jawa, serta Nusantara yang berarti pulau lain di luar Jawa.

Kitab Negarakertagama mencantumkan wilayah-wilayah "Nusantara", yang pada masa sekarang dapat dikatakan mencakup sebagian besar wilayah modern Indonesia (Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi dan pulau-pulau di sekitarnya, sebagian Kepulauan Maluku, dan Papua Barat) ditambah wilayah Malaysia, Singapura, Brunei dan sebagian kecil Filipina bagian selatan. Secara morfologi, ini adalah majemuk yang diambil dari bahasa Jawa Kuna, nusa (pulau) dan antara (lain/seberang).

Namun, para sejarawan Indonesia saat ini meyakini bahwa konsep kesatuan Nusantara bukan dicetuskan pertama kali oleh Gajah Mada dalam Sumpah Palapa tahun 1336, namun oleh Kertanegara pada tahun 1275. Sebelumnya, Kertanegara mengenalkan konsep Cakrawala Mandala Dwipantara. Dwipantara yang berasal dari bahasa Sanskerta memiliki makna persis dengan Nusantara, yaitu kepulauan antara.

Setelah berabad-abad dilupakan, pada awal era 1920-an, Ki Hajar Dewantara kembali memperkenalkan istilah Nusantara untuk menyebut wilayah Hindia Belanda. Istilah ini digunakan sebagai salah satu alternatif karena tidak memiliki unsur bahasa asing (India). Alasan ini dikemukakan karena Belanda, sebagai penjajah, lebih suka menggunakan istilah Indie (Hindia), yang menimbulkan banyak kerancuan dengan literatur berbahasa lain.

Ketika akhirnya “Indonesia” ditetapkan sebagai nama kebangsaan bagi negara independen pelanjut Hindia Belanda pada Kongres Pemuda II (1928), penggunaan istilah Nusantara tidak serta-merta surut. Di Indonesia, ia digunakan sebagai sinonim bagi “Indonesia”, baik dalam pengertian antropo-geografik (beberapa iklan menggunakan makna ini) maupun (misalnya dalam konsep Wawasan Nusantara).

Ketika Malaysia berdiri pada tahun 1957, semangat kebersamaan di bawah istilah “Nusantara” tergantikan di Indonesia dengan permusuhan yang dibalut politik konfrontasi oleh Presiden Soekarno. Ketika permusuhan berakhir, pengertian Nusantara di Malaysia tetap membawa semangat kesamaan rumpun. Sejak itu, pengertian “Nusantara” bertumpang tindih dengan “Kepulauan Melayu”.

Baca juga:  Intensitas, Arti dan Faktor Pengaruhnya
author
No Response

Leave a reply "Arti dan Sejarah Singkat Istilah ‘Nusantara’"