Arti dan Unsur Monolog

No comment 111 views

Buat Anda yang berkecimpung dalam seni peran, baik drama, teater, atau film, pasti sudah tidak asing lagi dengan monolog. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, monolog dapat diartikan sebagai pembicaraan yang dilakukan dengan diri sendiri. Dalam seni peran, ini dimaknai sebagai adegan sandiwara dengan pelaku tunggal yang membawakan percakapan seorang diri.

Monolog - koran-sindo.com

Monolog - koran-sindo.com

 

Monolog diambil dari kata “mono” yang berarti satu dan “log” yang berarti . Secara harfiah, monolog adalah suatu terapan yang mengajarkan tentang seni peran yang hanya membutuhkan satu orang atau dialog bisu untuk melakukan adegan atau sketsa. Seperti diutarakan sebelumnya, istilah monolog ini lebih banyak ditujukan untuk kegiatan seni, terutama seni peran dan teater.

Monolog sebenarnya sudah diperkenalkan sejak tahun 1960-an. Ketika itu, pertelevisian belum mengenal dubbing atau pengisian suara. Karena itu, monolog banyak dipraktikkan untuk membuat film-film komedi atau horor. Monolog diperkenalkan pertama kali di Hollywood sekitar tahun 1964 lalu berkembang menjadi sarana seni dan teater dan sudah menjadi salah satu atau pembelajaran dari karya seni teater. Salah satu penggagas monolog yang terkenal adalah Charlie Caplin.

komunikasi yang terjadi dalam monolog adalah secara bertahap dengan tahapan-tahapan suatu peristiwa dalam penyampaian pernyataan kepada orang lain. Penyampaian komunikasi dalam monolog ini harus meliputi unsur komunikator, komunikan, dan juga isi dari pernyataan yang akan disampaikan. Jika tidak ada ketiga hal ini, maka komunikasi menjadi kurang lancar atau tidak bisa dilaksanakan.

Monolog sering disandingkan dengan dialog. Jika monolog adalah bercakap dengan diri sendiri, maka dialog merupakan percakapan antara dua orang atau lebih. Dialog dapat diartikan juga sebagai komunikasi yang mendalam yang mempunyai tingkat dan yang tinggi yang mencakup kemampuan untuk mendengarkan dan juga saling berbagi pandangan satu sama lain.

Ada beberapa langkah dalam menyusun dialog sederhana, di antaranya menentukan tema tentang apa yang akan dibicarakan, menentukan tokoh yang ikut terlibat dalam dialog tersebut, dan menentukan peran masing-masing tokoh tersebut. Setelah itu, membuat inti materi tentang materi pembicaraan, menyusun dialog berdasarkan garis besar pembicaraan, dan memperlihatkan penulisan kaidah dialog yang benar.

Baca juga:  Arti Legitimasi
author
No Response

Leave a reply "Arti dan Unsur Monolog"