Arti di Balik Kode “86”

No comment 200 views

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan acara “86” yang disiarkan salah satu stasiun televisi swasta nasional tiap malam itu. ini menghadirkan rangkaian kegiatan anggota kepolisian, mulai melakukan razia di jalanan hingga menangkap penjahat. Namun demikian, tahukah Anda apa makna di balik angka “86” tersebut?

Kode “86” - zeihad.blogspot.com

Kode “86” - zeihad.blogspot.com

 

Angka yang sering dilafalkan lapan enam atau lapan nam itu memang cukup sering kita dengar melalui handy talky milik polisi. lapan enam ini adalah salah satu kode atau sandi yang harus dipahami oleh masing-masing anggota polisi. Sandi tersebut memiliki “sama-sama mengerti” atau memahami sebuah “taruna”.

Lantas, apa maksudnya ''taruna''? Bukan berarti Akpol yang lazim disebut taruna, melainkan istilah dalam kepolisian yang maksudnya perintah. Tepatnya, ada perintah apa yang harus dilakukan. Dengan demikian, maksud dari istilah ''86 Ndan, taruna?'', adalah ''mengerti Komandan, siap menerima perintah''.

Sebelumnya, awam sempat mengira bahwa “delapan enam” ini adalah kode “nakal” rahasia polisi. Alkisah, ada salah seorang warga yang ditangkap oleh anggota polisi. Penangkapan tersebut diduga kasus pengedaran narkoba yang dilakukan orang itu. Setelah ditangkap, warga ini kemudian dibawa ke kantor kepolisian setempat.

Tetapi, tak beberapa lama kemudian, si warga ini sudah bebas. Saat mengetahui warga yang diduga pengedar narkoba ini sudah bebas, tetangga lainnya mengatakan, "Wah, doi delapan enam tuh!" Maksud tetangga tersebut mengenai “86” adalah artinya “tangkap lepas”. Kesalahan penafsiran di masyarakat ini bukan tanpa alasan.

Istilah “86” yang disalahartikan menjadi “tangkap lepas” ini ternyata berkembang di masyarakat karena, konon, ketika saat penangkapan seorang terduga pengedar narkoba, ada kekurangan barang bukti, sehingga kemudian terduga dilepas karena barang bukti yang tidak memadai. Kedua, pengedar narkoba ini ditangkap dan kemudian akan dilepas setelah menyetorkan sejumlah uang ke oknum polisi sebelum proses hukumnya diproses lebih lanjut.

Memang, diakui atau tidak, masih ada beberapa oknum “nakal” di kepolisian, sehingga bisa jadi dua hipotesis tersebut benar. Hipotesis kedua bisa dilakukan ketika oknum polisi melakukan penggerebekan tanpa surat perintah tugas. Tujuan penangkapan tanpa surat tugas tersebut adalah agar bisa melakukan pemerasan setelah si pengguna narkoba tadi ditangkap. Kalau ada uang yang jumlahnya cukup banyak, maka pengedar ini akan bebas. Namun, jika uang tersebut tidak ada, kasus akan diproses ke tahap selanjutnya. Begitulah cerita yang berkembang di masyarakat.

Baca juga:  Arti dan Kegunaan Invoice (Faktur)
author
No Response

Leave a reply "Arti di Balik Kode “86”"