Arti, Macam, dan Prinsip Analogi

No comment 445 views

Dalam berita atau tontonan di , kita tentu sering mendengar tentang “analogi”. ini biasanya diucapkan ketika sedang melakukan perbandingan antara dua hal atau lebih sebagai contoh. Namun tahukah Anda, apa sebenarnya dari “analogi”?

analogi - www.loop.co.id

analogi - www.loop.co.id

 

Menurut Kamus Besar Bahasa , analogi diartikan sebagai persamaan atau persesuaian antara dua benda atau hal yang berlainan; kias. Analogi juga bisa didefinisikan sebagai proses penalaran berdasarkan pengamatan terhadap gejala khusus dengan membandingkan atau mengumpamakan suatu objek yang sudah teridentifikasi secara jelas terhadap objek yang dianalogikan sampai dengan kesimpulan yang berlaku secara umum.

Sebagai suatu proses penalaran, analogi menurunkan suatu kesimpulan berdasarkan kesamaan aktual antara dua hal. Penarikan simpulan dengan analogi berasumsi bahwa jika dua hal memiliki beberapa kesamaan, aspek lain pun memiliki kesamaan. Dari pemahaman ini, analogi bertujuan untuk meramalkan kesamaan, mengungkapkan kekeliruan, dan menyusun sebuah klasifikasi.

Analogi bisa dibagi menjadi dua besar, yaitu analogi induktif dan analogi deklaratif. Analogi induktif merupakan analogi yang disusun berdasarkan persamaan yang terdapat pada dua fenomena, lalu ditarik kesimpulan bahwa apa yang ada pada fenomena pertama terjadi juga pada fenomena kedua. Misalnya, jika Tim Uber Indonesia mampu menembus final ketika berlatih setiap hari, maka Tim Thomas Indonesia juga bisa lolos ke final jika berlatih setiap hari.

Kedua, analogi deklaratif, yaitu metode yang menjelaskan atau menegaskan sesuatu yang belum dikenal atau masih samar, dengan sesuatu yang sudah dikenal. Cara ini sangat bermanfaat karena ide-ide baru menjadi dikenal atau bisa diterima apabila dihubungkan dengan hal-hal yang sudah kita ketahui atau kita percayai. Misalnya, untuk penyelenggaraan negara yang baik diperlukan sinergi antara kepala negara dengan warga negaranya.

Untuk menguji apakah analogi yang dihasilkan cukup kuat untuk dipercaya, ada beberapa prinsip yang bisa menjadi patokan.

  • Semakin banyak peristiwa yang dianalogikan, semakin besar peluang kepercayaannya.
  • Semakin banyak aspek yang menjadi dasar analogi, semakin besar peluang kepercayaannya.
  • Semakin rendah taksiran yang dianalogikan, maka semakin kuat analogi tersebut.
  • Semakin banyak pertimbangan atas unsur-unsur yang berbeda, maka semakin kuat analogi itu.
  • Jika masalah yang dianalogikan itu relevan, maka semakin kuat analogi tersebut.
Baca juga:  Arti, Fungsi, dan Prinsip Asuransi
author
No Response

Leave a reply "Arti, Macam, dan Prinsip Analogi"