Arti Tepo Seliro (Tenggang Rasa) dalam Kehidupan Sehari-hari

Bangsa memiliki banyak kearifan lokal yang bila digali lebih mendalam, bakal menjadi fondasi kuat untuk kehidupan bermasyarakat. Sayangnya, di tengah arus modernisasi (globalisasi) yang semakin deras, kearifan lokal yang tertanam dalam budaya lokal semakin tergerus kemajuan teknologi dan .

Tepo Seliro (Tenggang Rasa) - actorcamp.blogspot.com

Tepo Seliro (Tenggang Rasa) - actorcamp.blogspot.com

 

Dari sekian banyak kearifan lokal yang kini semakin dilupakan, khususnya oleh anak muda generasi Z, salah satunya adalah budaya tepo seliro. Tepo seliro merupakan nasihat dari petuah Jawa yang mengajak masyarakat untuk selalu menenggang perasaan orang lain ketika bersosialisasi. Dalam Indonesia, nasihat ini bisa disamakan dengan tenggang rasa yang dimaknai sebagai ikut menghargai atau menghormati perasan orang lain.

Jika diamati secara sekilas, urusan tepo seliro atau tenggang rasa memang tampak mudah dan sederhana. Apa susahnya menghargai perasaan orang lain sebagaimana kita juga ingin diperlakukan demikian? Namun, jika diaplikasikan ke dalam kehidupan nyata, urusan tepo seliro ini ternyata tidak semudah membalik telapak tangan dan cenderung sering diabaikan oleh seseorang.

Misalnya, di dalam kehidupan bertetangga. Meski hubungan antar-tetangga sering dianggap sepele, namun ada banyak hal yang bila tidak dilandasi sikap tepo seliro atau tenggang rasa, bakal merugikan orang lain. Contoh paling mudah adalah membuang sampah di bak sampah milik tetangga, memelihara binatang yang kotorannya mencemari lingkungan sekitar, hingga membunyikan klakson setiap kali masuk garasi.

Di samping itu, hal remeh lainnya yang sering dilakukan dalam lingkup kampung adalah tidak menegur atau sekadar memberi senyuman kepada tetangga di lingkungan, memarkir kendaraan sembarangan di depan rumah tetangga tanpa izin terlebih dahulu, atau tempat penampungan air bermasalah yang meluap hingga rumah tetangga. Jika hal-hal tersebut dibiarkan, bukan mustahil akan menimbulkan percekcokan antar-tetangga yang bisa mengganggu ketenteraman lingkungan sekitar.

Menjunjung tinggi sikap tepo seliro atau tenggang rasa bukan saja menjadi hal penting dalam mewujudkan harmoni kehidupan, tetapi juga menjadikan setiap diri mencapai martabat yang baik di hadapan manusia lain dan Tuhan. Hal ini seperti dituturkan pepatah Jawa yang lain, ajining diri dumunung soko lathi, atau tingginya martabat seseorang tergantung dari tingkah lakunya sehari-hari.

Baca juga:  Arti, Jenis, Tipe, dan Fungsi Sosialisasi
author
No Response

Leave a reply "Arti Tepo Seliro (Tenggang Rasa) dalam Kehidupan Sehari-hari"