Arti, Tujuan, dan Contoh Mitigasi

No comment 441 views

Bencana alam memang suatu fenomena yang tentunya tidak diharapkan oleh sebagian besar masyarakat. Karena  itu, meski tindakan pencegahan tidak selamanya bisa dilakukan, namun setidaknya masyarakat bisa melakukan mitigasi untuk mengurangi risiko bencana. Namun, tahukah Anda, apa sebenarnya dari mitigasi ini?

Mitigasi - adindagita9fnesatta.blogspot.co.id

Mitigasi - adindagita9fnesatta.blogspot.co.id

Mitigasi dapat didefinisikan sebagai upaya yang ditujukan untuk mengurangi dampak dari bencana. Menurut UU No. 4 tahun 2007 Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 angka 9, mitigasi juga dapat diartikan sebagai serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.

Dalam konteks bencana, dikenal dua macam bencana, yaitu bencana alam yang merupakan suatu serangkaian peristiwa bencana yang disebabkan oleh alam, seperti gempa, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan tanah longsor, dll; serta bencana yang merupakan suatu bencana yang diakibatkan oleh manusia, seperti konflik , penyakit masyarakat, dan teror. Nah, mitigasi bencana ini merupakan langkah yang sangat perlu dilakukan sebagai suatu titik tolak utama dari manajemen bencana.

Baca juga:  Arti dan Macam Integrasi

Secara garis besar, mitigasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu mitigasi struktural dan mitigasi non-struktural. Mitigasi struktural merupakan upaya untuk meminimalkan bencana yang dilakukan melalui pembangunan berbagai prasarana fisik dan menggunakan pendekatan teknologi, seperti pembuatan kanal khusus untuk pencegahan banjir, alat pendeteksi aktivitas gunung berapi, bangunan yang bersifat tahan gempa, ataupun early warning system yang digunakan untuk memprediksi terjadinya gelombang tsunami. Mitigasi struktural adalah upaya untuk mengurangi kerentanan (vulnerability) terhadap bencana dengan cara rekayasa teknis bangunan tahan bencana.

Sementara itu, mitigasi non-struktural merupakan upaya mengurangi dampak bencana selain dari upaya tersebut di atas. Upaya ini bisa dalam lingkup upaya pembuatan kebijakan seperti pembuatan suatu peraturan. Undang-Undang Penanggulangan Bencana (UU PB) adalah upaya non-struktural di bidang kebijakan dari mitigasi ini. lainnya adalah pembuatan tata ruang kota, capacity building masyarakat, atau menghidupkan berbagai aktivitas lain yang berguna bagi penguatan kapasitas masyarakat.

Baca juga:  Bandara Luwuk (Syukuran Aminuddin Amir), Bandara Kelas II di Sulawesi Tengah

Mitigasi secara umum bertujuan untuk mengurangi kerugian pada saat terjadinya bahaya di masa mendatang. Tujuan utama mitigasi adalah untuk mengurangi risiko kematian dan cedera terhadap penduduk. Sementara, tujuan sekunder mencakup pengurangan kerusakan dan kerugian-kerugian ekonomi yang ditimbulkan terhadap infrastruktur sektor publik dan mengurangi kerugian-kerugian sektor swasta sejauh hal-hal itu mungkin memengaruhi masyarakat secara keseluruhan.

Mitigasi sendiri merupakan tahapan awal dalam penanganan bencana. Selain itu, tahapan-tahapan lain yang diperlukan dalam penanganan bencana di antaranya kesiapsiagaan dalam merespons kejadian bencana, respons dalam upaya meminimalkan bahaya yang diakibatkan suatu bencana, serta pemulihan yang merupakan upaya mengembalikan kondisi masyarakat seperti semula atau menjadi

author
No Response

Leave a reply "Arti, Tujuan, dan Contoh Mitigasi"