Bandara Samarinda Baru, Proyek Terbesar Kalimantan Timur

Saat ini, sarana transportasi udara yang tersedia di Samarinda adalah Termindung yang melayani penerbangan ke Balikpapan, Berau, Bulungan, Tarakan, Datah Dawai, dan Long Apung. Namun, karena berada di pemukiman padat penduduk, maka perluasan tersebut tidak mungkin dilakukan. Karena itu, Provinsi Kalimantan Timur kini sedang getol mengerjakan Samarinda Baru (atau BSB).

bandara samarinda baru - kaltim.tribunnews.com

bandara samarinda baru - kaltim.tribunnews.com

 

Bandara Samarinda Baru bisa dikatakan sebagai proyek terbesar yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur saat ini. Bandara ini dibangun di Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara dan telah dikerjakan sejak 15 Desember 2014 lalu oleh PT Waskita Karya, Hutama Karya, dan Wijaya Karya.

Menurut rencana, Bandara Samarinda Baru akan memiliki satu buah landasan pacu sepanjang 2.500 meter dengan lebar 60 meter dan dinamai 04/22. Bandara ini diharapkan mampu menampung 5 juta penumpang dengan 16 ribu ton kargo. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, lahan yang disediakan untuk pembangunan bandara mencapai 4,7 hektar dan biaya sebesar 0,3 miliar dolar AS.

Saat ini, proyek Bandara Samarinda Baru masih dalam tahap pembangunan runway atau landasan pacu sepanjang 2.250 meter. Bandara ini masih memerlukan lampu di landasan, air navigation set, serta mechanical electric. Pembangunan Bandara Samarinda Baru dijadwalkan rampung pada akhir 2016 dan diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2017 mendatang.

Untuk mewujudkan hal tersebut, sertifikat tanah Bandara Samarinda Baru sudah resmi diserahkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kepada pada Juli 2016. Dengan ditangani langsung , bandara ini diproyeksikan akan cepat beroperasi dan menarik banyak minat investor untuk mengelola.

Nilai aset yang diserahkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sendiri mencapai Rp2 triliun, yang terdiri atas fasilitas bangunan senilai Rp1,4 triliun dan tanah seluas 280 hektar (setara Rp500 miliar). Setelah sertifikat ini diserahkan, maka pengelolaan dan penyelesaian Bandara Samarinda Baru menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

Gubernur Kalimantan Timur, Dr. H. Awang Faroek Ishak, sebelumnya mengatakan bahwa pembangunan Bandara Samarinda Baru ini diharapkan bukan hanya sebagai bandara pendukung Bandara Sultan Aji Muhammad Sepinggan, Balikpapan, melainkan juga bisa dikembangkan menjadi bandara . Tujuan tersebut tidak muluk-muluk karena bandara ini terletak di posisi yang strategis dan bisa menjadi salah satu pusat transit yang penting.

Baca juga:  Profil dan Data Bandara Haluoleo di Kendari
author
No Response

Leave a reply "Bandara Samarinda Baru, Proyek Terbesar Kalimantan Timur"