Definisi dan Ciri Otoriter

No comment 522 views

Dalam politik atau tata negara, kita lazim mendengar istilah otoriter. Biasanya, istilah tersebut disematkan pada pemerintahan yang bertindak sewenang-wenang terhadap rakyatnya. Namun tahukah Anda, apa makna sebenarnya dari otoriter?

sidomi.com

sidomi.com

 

Menurut Kamus Besar , otoriter didefinisikan sebagai berkuasa sendiri atau sewenang-wenang. Sementara dalam ilmu politik, pemerintahan otoriter adalah pemerintahan yang kekuasaannya terkonsentrasi pada satu pemimpin. Faham otoriter ini menekankan kekuasaan hanya pada negara atau tertentu, tanpa melihat derajat kebebasan individu.

Istilah otoriter ini berasal dari bahasa Inggris, authority, yang berarti pengaruh, kuasa, wibawa, otoritas. Oleh otoritas itu, seseorang dapat memengaruhi pemikiran, pendapat, gagasan, dan perilaku orang lain, baik secara individu maupun kelompok.

Secara lebih rinci, otoriter memiliki beberapa ciri, yaitu:

  • Dalam berkomunikasi, hanya mengenal satu komunikasi, yaitu satu arah. Meski komunikasi dua arah dengan saling diskusi dan menanggapi bisa dilakukan, tetapi sulit untuk dihayati. Sementara dalam menyampaikan gagasan, pemikiran, atau pesan, seorang otoriter hanya mengenal satu bentuk komunikasi, yaitu instruksi.
  • Jika dalam komunikasi, otoriter mengenal bentuk instruksi, maka dalam bertindak mereka senang main kuasa. Ini adalah pemaksaan kuasa dengan melumpuhkan individu, menggunakan ancaman, serta menyepelekan perkara. Seorang yang otoriter juga tak segan-segan mempermainkan perasaan bawahannya dengan membuat mereka merasa salah dan malu.
  • Penganut faham otoriter juga akan berpegang pada kekuasaan sebagai acuan hidup. Ia akan menggunakan wewenang sebagai dasar berpikir. Dalam membahas suatu permasalahan, ia tidak mempersoalkan hakikat dan kepentingannya, tetapi berhak ikut campur dan mengurus permasalahan yang dipersoalkan.

Dalam politik, otoriter sering disamakan dengan totaliter (diktator). Padahal menurut penelitian para ahli politik, seperti Syed Mohd Aizuddin Tuan Sembak, Juan Linz, dan Paul C. Sondrol dari University of Colorado, ada beberapa perbedaan mendasar antara totaliter dengan otoriter.

Aspek Totaliter Otoriter
Kharisma Tinggi Rendah
Konsep Pemimpin hanya menjalankan fungsi Pemimpin sebagai kepribadian
Batas kekuasaan Publik Privat
Korupsi Rendah Tinggi
Ideologi resmi Ada Tidak ada
Pluralisme Tidak ada Ada
Legitimasi Ada Tidak ada
Baca juga:  Arti dan Macam Integrasi
author
No Response

Leave a reply "Definisi dan Ciri Otoriter"