Denmark Punya Perpustakaan Unik dengan ‘Buku’ yang Bisa Bernapas

Ada sebuah perpustakaan yang jauh berbeda dengan perpustakaan kebanyakan di . Perpustakaan ini menyajikan ‘buku-buku’ yang bisa bernapas, bicara, tertawa, menangis, dan berpikir. Anda dapat mengajukan pertanyaan apapun tanpa batas pada ‘buku-buku’ ini dan langsung mendapatkan jawaban yang nyata.

Ronni Abergel - www.spiegel.de

Ronni Abergel - www.spiegel.de

 

Adalah sebuah perpustakaan di Denmark yang dapat mewujudkan hal tersebut. Sejak diluncurkan pada tahun 2000 oleh Ronni Abergel sebagai penggagasnya, perpustakaan ini menjadikan manusia sebagai ‘buku’ mereka. Awalnya perpustakaan ini menjalani uji coba pada Festival Roskilde di Kopenhagen, dan langsung mendapat reaksi mencengangkan dari pihak penyelenggara maupun peserta festival.

Tanpa paksaan, orang-orang datang sebagai ‘buku’ sukarela dan secara terbuka menceritakan pengalaman mereka pada ‘si pembaca’. Kebanyakan jawaban yang dicari terkait dengan isu-isu sensitif yang sulit untuk ditemukan solusinya. Anda bisa menemukan berbagai golongan ‘buku’ di perpustakaan ini, diantaranya Autisme, seseorang dengan penampilan ekstrim, pengungsi, transgender, gelandangan, seseorang yang buta-tuli, orang-orang dengan obesitas, perwira polisi, veteran yang menderita PTSD, ibu single parent, , mantan anggota geng, PSK, , dan masih banyak lagi.

Perpustakaan menjadi wadah untuk mempertemukan orang-orang yang sebelumnya tidak pernah berinteraksi secara langsung.

"Polisi itu duduk di sana berbicara dengan penulis grafiti. Politisi sedang berdiskusi dengan aktivis pemuda dan penggemar sepak bola, terlibat pembicaraan mendalam dengan penggiat feminis. Ini adalah situasi win-win," ujar  Ronni sebagaimana dikutip Upworthy.

Terhitung sejak dibuka 16 tahun lalu, perpustakaan ini telah berekspansi hingga ke lebih dari 70 di seluruh dunia. Di tahun 2016, perpustakaan unik ini berencana dibuka di Afrika Selatan, Sudan, Chili, dan Israel.

Ketika ditanya apa yang telah berubah sejak pertama kali perpustakaan ini dibuka, Ronni menjawab bahwa dunia kini semakin ‘buruk’. Ia menyoroti masalah kurangnya toleransi, kurang pemahaman, dan kohesi yang jauh merosot dari saat pertama perpustakaan ini dibuka, yang menurut Ronni akan membawa manusia semakin jauh dari prioritas nilai kemanusiaan.

"Ketika Anda bertemu buku-buku kami, tidak peduli siapa Anda dan dari mana Anda berasal atau buku apa yang akan Anda baca, pada akhirnya setiap orang akan mengakui : kita berbeda satu sama lain, kita melihat hal-hal berbeda, dan kita menjalani hidup secara berbeda. Namun, ada lebih banyak kesamaan yang kita miliki daripada hal yang membedakan kita." ungkap Ronni.

Baca juga:  Kekurangan Mobil LCGC Datsun GO
author
No Response

Leave a reply "Denmark Punya Perpustakaan Unik dengan ‘Buku’ yang Bisa Bernapas"