Di Eropa, Wanita Muslim Dilarang Kenakan Jilbab di Tempat Kerja?

Terorisme yang dilakukan oleh sebagian orang yang mengaku Muslim memang menimbulkan ketakutan di seluruh belahan dunia, bahkan untuk hal-hal sepele sekalipun. Pengadilan di Eropa baru-baru ini mengeluarkan putusan kontroversial yang menyebutkan bahwa pengusaha secara hukum dapat melarang karyawan yang bekerja pada mereka mengenakan simbol-simbol keagamaan (termasuk hijab) di tempat kerja.

Wanita Muslim - www.upworthy.com

Muslim - www.upworthy.com

Putusan ini bermula ketika seorang pelanggan mengeluh tentang jilbab yang dikenakan oleh Asma Bougnaoui, seorang insinyur beragama Islam di sebuah konsultan IT, yang mengakibatkan dirinya dipecat oleh . Selain itu, putusan ini juga melibatkan Samira Achbita, seorang wanita Muslim yang juga harus dipecat dari pekerjaannya sebagai resepsionis karena mengenakan jilbab ketika bekerja.

Baca juga:  Bandara Samarinda Baru, Proyek Terbesar Kalimantan Timur

Dalam keputusannya, European Court of Justice (ECJ) menyatakan bahwa perusahaan diperbolehkan menerapkan aturan yang melarang karyawan mereka mengenakan simbol-simbol politik, filsafat, atau , dengan tujuan untuk memproyeksikan citra publik yang netral. Meski hal itu tampaknya cukup adil bahwa sebuah perusahaan swasta mungkin tidak ingin dianggap mendukung suatu pandangan politik atau , namun keputusan ini tetap datang pada saat sentimen anti-Muslim mencapai puncaknya di seluruh Eropa dan Amerika Utara.

Selain itu, meski putusan ini untuk sementara tidak mengikat, namun mengirimkan sebuah pesan kecil sebagai legitimasi pandangan anti-Muslim. “Putusan ini sebenarnya tidak hanya berpengaruh pada wanita Muslim karena memperoleh diskriminasi di tempat kerja, tetapi juga bisa menular ke orang-orang Yahudi yang memakai kippa, pria Sikh yang mengenakan turban, atau orang yang memakai salib. Ini memengaruhi mereka semua, namun lebih tidak proporsional bagi wanita Muslim,” ujar Maryam H'madoun dari Open Society Justice Initiative kepada The Guardian.

Baca juga:  Perbedaan Antara Biaya dan Beban

Sementara itu, beberapa lainnya khawatir putusan ini akan mendorong lebih banyak perusahaan untuk mengadopsi larangan karyawan memakai simbol agama, yang secara efektif melarang hijab dari angkatan kerja. “Saya seorang petinggi di perusahaan saya dan jilbab tidak membuat perbedaan untuk bakat, keterampilan, kinerja, atau pekerjaan saya,” kata seorang wanita dalam sebuah wawancara dengan BBC.

“Namun, kemudian saya sewaktu-waktu bisa ditendang dari perusahaan hanya karena saya mengenakan jilbab,” sambung wanita tersebut. “Tetapi, jika saya harus memilih antara jilbab dan pekerjaan, saya pasti akan memilih jilbab saya.”

Di lain sisi, bagi mereka yang memang memiliki pandangan anti-Muslim, keputusan yang dikeluarkan oleh ECJ ini dinilai memang sudah seharusnya. “Jilbab lebih dari simbol agama dan merupakan pernyataan politik penindasan,” ujar politisi sayap kanan , Georg Pazderski, ketika dimintai pendapat The Guardian mengenai keputusan ECJ.

Baca juga:  Arti dan Contoh Biaya Administrasi dan Umum

Dalam mendukung larangan berbagai atribut Muslim, banyak non-Muslim yang menunjukkan bahwa jilbab merupakan potongan-potongan pakaian yang ‘menindas’ dan tak seorang pun harus dipaksa untuk memakainya. Namun, jika non-Muslim benar-benar peduli tentang penindasan, sudah saatnya mereka berhenti untuk tidak mendukung seseorang dalam mengekspresikan keyakinan agama yang dipegangnya melalui apa yang mereka kenakan.

author
No Response

Leave a reply "Di Eropa, Wanita Muslim Dilarang Kenakan Jilbab di Tempat Kerja?"