Guru Ini Membuat Gebrakan dengan Tidak Memberikan PR untuk Muridnya

Banyak di antara kita yang sangat tidak menyukai pekerjaan alias PR. Namun sayangnya kini banyak siswa yang justru mendapatkan lebih banyak PR, bahkan lebih banyak dari yang dianjurkan, yakni sekitar 10 menit per tingkat kelas.

teachers brandy young texas - www.people.com

teachers brandy young texas - www.people.com

 

Itulah yang menyebabkan banyak orang tua di berbagai belahan dunia menuliskan keluh kesah mereka menyaksikan putra dan putrinya tertekan dengan sejumlah tugas Matematika hingga larut malam dan kehilangan waktu untuk membaca, bermain di luar, dan juga menghabiskan waktu bersama .

Di samping itu orang tua juga terkadang harus membantu anak-anaknya menyelesaikan persoalan dalam pelajaran yang selama ini belum pernah mereka pelajari. Tentunya itu sangat menyakitkan.

Namun muncul seorang kelas 2 SD dari Texas bernama Brandy Young yang ingin menjajal sesuatu yang baru untuk murid-muridnya, yakni dengan tidak memberikan PR apapun.

Brandy Young membuat gebrakan dengan memberi catatan untuk murid didiknya agar disampaikan kepada para orang tua. Catatan tersebut pun langsung tersebar luas di media .

Berikut bunyi pesan dari Brandy Yound yang menjadi viral tersebut:

“Yang terhormat orang tua,

Setelah banyak menelaah selama musim panas ini, saya akan mencoba sesuatu yang baru. PR hanya akan terdiri dari tugas yang belum diselesaikan oleh siswa selama hari sekolah. Tidak akan ada tugas khusus yang diberikan untuk siswa tahun ini.

Penelitian tidak dapat membuktikan bahwa pekerjaan rumah dapat meningkatkan kinerja siswa. Sebaliknya, saya meminta Anda untuk menghabiskan malam Anda dengan melakukan hal-hal yang terbukti dapat mendukung keberhasilan siswa, seperti malam bersama keluarga, membaca bersama, bermain di luar, dan menyuruh anak untuk tidur lebih awal.

Terima kasih,

Ibu Brandy Young”

Pesan dari ibu guru yang satu ini tentunya mengejutkan banyak orang tua di luar sana.

Hingga kini catatan dari Brandy Young telah dibagikan hingga 70 ribu kali oleh para orang tua yang lelah memperingatkan soal PR atau hanya ingin sedikit waktu berkualitas dengan anak-anak mereka pada malam hari.

Brandy Young memang benar, penelitian tentang efektivitas PR bisa berdampak positif dan negatif, terutama untuk anak-anak yang masih kecil seperti siswa kelas 2 SD.

Bukan berarti mengembangkan kebiasaan belajar yang baik itu tidak penting. Namun daya imajinasi, keterampilan sosial, ikatan keluarga, dan bahkan tidur yang cukup itu juga sangat penting bagi mereka.

Baca juga:  Resep Swedia Tidak Punya Tempat Pembuangan Sampah
author
No Response

Leave a reply "Guru Ini Membuat Gebrakan dengan Tidak Memberikan PR untuk Muridnya"