Hashtag #MuslimsReportStuff, Sindiran Umat Muslim kepada Donald Trump

Pada debat kedua calon Presiden AS tanggal 9 Oktober 2016 lalu, seorang wanita meminta kedua kandidat menjawab pertanyaan tentang Islamophobia. “Ada 3,3 juta di Amerika Serikat dan saya salah satu dari mereka,” wanita itu memulai pertanyaan.

Donald Trump - www.huffingtonpost.com

Donald Trump - www.huffingtonpost.com

 

“Anda disebutkan bekerja dengan negara-negara Muslim,” sambungnya. “Namun, dengan Islamophobia yang makin meningkat, bagaimana Anda akan membantu orang-orang seperti saya ketika berurusan dengan konsekuensi dicap sebagai ancaman terhadap negara setelah pemilu berakhir?”

Kandidat presiden dari Partai Republik, Donald Trump, yang pertama menjawab pertanyaan itu. Namun, jawabannya terkandung saran yang agak “unik” bagi komunitas Muslim. Trump mengatakan bahwa mereka bisa melapor ketika melihat umat di seluruh Amerika Serikat mendapat masalah. Jawaban Trump ini kemudian membuat komunitas Muslim bersemangat tentang “tugas baru” tersebut.

Lewat media Twitter, semua mulai melaporkan masalah di sekitar mereka dengan menggunakan hashtag #MuslimsReportStuff. Ternyata, ada banyak masalah yang harus dilaporkan. Dan, para pegiat media itu menanggapi jawaban konyol Trump dengan balasan yang menyindir.

Akun milik Zakir Khan misalnya, menulis #MuslimsReportStuff There's a creepy guy who won't distance himself from another woman. Please help #debate. Sementara, akun milik Shaista Aziz menuliskan He’s behind you!  #MuslimsReportStuff #Debate, sambil menampilkan gambar Donald Trump berada di belakang Hillary Clinton.

Komedian Kumail Nanjiani juga tak ketinggalan menanggapi jawaban Trump dengan komentar satir yang menyinggung sebuah film. #MuslimsReportStuff Gremlins 2 is the rare sequel that completely deconstructs the franchise. For my money, it's better than the first, tulisnya di akun @kumailn.

Jika boleh jujur, Islamophobia adalah sebuah retorika yang kurang informatif dan cenderung menyalahkan. Bahkan, sejak Donald Trump pertama kali mengusulkan pelarangan umat Islam untuk memasuki Amerika Serikat pada bulan Desember 2015, sudah ada lonjakan yang signifikan dalam kejahatan yang berawal dari kebencian anti-Muslim.

Sekarang, “Muslim ban” ala Trump diusulkan untuk memerangi ancaman terorisme yang bisa saja dilakukan para pengungsi. Meski, faktanya, pengungsi harus melalui berbagai yang panjang dan terperinci sebelum memasuki suatu negara.

Jadi, meminta umat Islam untuk melaporkan dan menghentikan aksi teror dalam rangka memerangi Islamophobia bukan hanya solusi “sederhana”. Hal ini memperkuat gagasan bahwa komunitas Muslim secara keseluruhan bertanggung jawab atas tindakan ekstremis. Sebuah ide yang terbukti berbahaya.

Baca juga:  Islandia Bakal Hilangkan Kesenjangan Upah Pekerja
author
No Response

Leave a reply "Hashtag #MuslimsReportStuff, Sindiran Umat Muslim kepada Donald Trump"