Jerman Kembangkan Beton Daur Ulang untuk Konstruksi Bangunan

infrastruktur telah bergabung dengan ekspor dan konsumsi swasta sebagai pilar ekonomi . Secara historis, suku bunga kredit yang rendah dan kebutuhan perumahan yang tinggi membuat para arsitek dan pengusaha properti menjadi sangat sibuk. Sejauh ini, pihak berwenang telah memberikan izin bangunan 26,1 persen lebih banyak dibandingkan tahun 2015. Sementara, permintaan untuk apartemen baru mencapai 350 ribu hingga 400 ribu unit per tahun.

Beton Daur Ulang untuk Konstruksi Bangunan - www.dw.com

Beton Daur Ulang untuk Konstruksi Bangunan - www.dw.com

 

 

Di sisi lain, ada juga banyak bangunan yang diruntuhkan dan membuang puing-puing sisa bangunan. Seorang Insinyur Sipil dan Profesor di Brandenburg University of Technology, Angelika Mettke, menganggap ini sebagai sebuah pemborosan. Akhirnya, bersama dengan pengusaha bernama Walter Feess, ia pun meneliti dan melakukan pendekatan yang berbeda untuk mendaur ulang beton sisa bangunan.

Feess, yang berasal dari kota barat daya Kirchheim Unter Teck, mendaur ulang beton, aspal, dan puing-puing bangunan bersama perusahaannya yang berlokasi di negara bagian Baden-Württemberg. tersebut merupakan pertama di Jerman yang diberi izin Uni Eropa untuk memproduksi dan menggunakan beton daur ulang dalam konstruksi bangunan.

Atas usahanya tersebut, Feess dan Mettke, bakal menerima penghargaan German Environmental Award dari Presiden Jerman, Joachim Gauck. “Jika inovasi dan komitmen dilaksanakan oleh seluruh industri, maka sekitar sepertiga dari permintaan bahan baku akan tertutupi dengan bahan daur ulang,” kata juri dari German Environmental Foundation (DBU).

Dalam keadaan padat, beton memang dapat mempertahankan kehangatan pada bangunan sekaligus meredam suara sehingga menciptakan suasana yang nyaman. Bahan ini juga diklaim mampu memberikan perlindungan terhadap api, sinar matahari, dan lebih tahan lama. Selain itu, memilih menggunakan beton dibandingkan batu alam atau kayu, juga dapat mempertahankan sumber daya sekaligus melindungi tanaman dan hewan.

Sayangnya, setelah bangunan dibongkar, beton umumnya akan dibuang ke pedesaan. “Ada bahan baku dan energi yang begitu banyak pada beton dan itulah sebabnya saya berupaya menjaga mereka dalam rantai pasokan, terutama di konstruksi bangunan,” kata Mettke.

Masalahnya adalah bahwa beton terkontaminasi karena menyerap polutan seperti minyak, bahan bakar, dan cat melalui permukaannya. Untuk mengatasi hal tersebut, Feess pun mengembangkan sistem cuci yang memungkinkan bahan baku yang berharga dan sedikit tercemar akan direklamasi dan disediakan untuk didaur ulang.

Beton daur ulang ini memiliki sifat yang sama seperti beton yang baru dituang. Gedung laboratorium milik Rumah Sakit Berlin hampir seluruhnya dibangun dari beton daur ulang. Gedung Senat Berlin juga telah memutuskan bahwa bangunan bertingkat tinggi di masa depan akan menggunakan beton daur ulang. Sementara itu, 30 perumahan, bangunan olahraga, dan bangunan masyarakat telah dibangun dari beton reklamasi di Jerman Timur. Dalam uji lapangan, Mettke mampu menunjukkan bahwa menggunakan kembali elemen beton meningkatkan stabilitas tanggul di daerah rawan banjir.

Minggu ini, di Würzburg, Mettke dan Feess akan menerima penghargaan dari Presiden Jerman, Joachim Gauck. Mereka akan berbagi hadiah 500.000 euro dengan Bas van Abel, pendiri Fairphone. Dari Belanda, ia telah mengembangkan dan memasarkan yang diproduksi di bawah kondisi yang adil.

“Mentalitas yang ada saat ini bukan pilihan bagi masa depan,” kata anggota juri DBU, Rita Schwarzelühr-Sutter. “Melalui semangat kepeloporan mereka, pemenang hadiah tahun ini telah menunjukkan kepada kita cara-cara baru untuk maju dengan perspektif baru.”

Baca juga:  Pengertian Embargo dalam Bidang Politik dan Jurnalistik
author
No Response

Leave a reply "Jerman Kembangkan Beton Daur Ulang untuk Konstruksi Bangunan"