Koes Bersaudara, Grup Musik Legendaris Cikal Bakal Koes Plus

Jika Anda pendengar musik Indonesia yang cukup masif, Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan Koes Plus. Koes Plus merupakan salah satu grup band legendaris Indonesia yang menjadi inspirasi bagi banyak musisi masa kini dan sering disejajarkan dengan grup musik asal Liverpool, , The Beatles.

Koes Bersaudara - hadiyannfauzan.blogspot.com

Koes Bersaudara - hadiyannfauzan.blogspot.com

 

Sebelum Koes Plus terbentuk, grup ini memiliki nama Koes Brothers. Dinamakan demikian karena ketika pertama kali berdiri pada tahun 1958, grup ini beranggotakan anak-anak keluarga Koeswoyo. Mereka adalah Koesdjono (Jon), Koestono (Tonny), Koesnomo (Nomo), Koesyono (Yon), dan Koesroyo (Yok). Sebelum masuk dapur rekaman pada tahun 1962, grup itu beralih nama menjadi Koes Bersaudara.

Album perdana Koes Bersaudara dirilis pada tahun 1963. Album ini berisi 12 , di antaranya Weni, Terpesona, Bis Sekolah, Senja, dan Telaga Sunyi. Saat itu, -lagu mereka beredar luas ke telinga pendengar melalui Radio Republik Indonesia (RRI) dan radio milik Angkatan .

Sayangnya, meski sudah memiliki album rekaman, kesejahteraan Koes Bersaudara tak lantas berubah. Honor manggung mereka teramat kecil. Lagu-lagu mereka yang mencapai hits ternyata juga tak memberikan pengaruh apa-apa. Grup ini masih tetap ngamen ke acara pernikahan dan sunatan. Koesdjono kemudian memilih keluar dan memboyong keluarganya ke Tuban. Sementara, Yon, sang gitaris, malah melanjutkan sekolah desain interior di Akademi Seni Rupa Yogyakarta.

Tahun 1964, Soekarno mengeluarkan kebijakan yang melarang perkembangan budaya Barat, salah satunya perkembangan musik rock n roll, yang dalam Soekarno disebut ngak-ngik-ngok. Budaya Barat saat itu dianggap bisa merusak pemuda timur dan menghilangkan budaya nasional.

Namun, kebijakan ini sering dilanggar oleh Koes Bersaudara. Mereka tetap saja manggung meski beberapa kali dilarang. Akhirnya, pada tanggal 19 Juni 1965, Tonny, Yon, Yok, dan Nomo ditangkap pemerintah setelah terlebih dahulu diinterogasi oleh kejaksaan. Lagu-lagu mereka juga dilarang beredar. Para penggemar pun hanya bisa menikmati lagu mereka lewat radio Singapura dan Malaysia.

Pada 30 September 1965, Koes Bersaudara dibebaskan dari penjara. Meski bebas, mereka tetap dilarang manggung dan harus melakukan wajib lapor. Peralatan bermusik mereka pun disita, sehingga mereka tidak bisa latihan maupun manggung, dan ini membuat Koes Bersaudara harus vakum selama beberapa bulan.

Keajaiban datang pada tahun 1966 ketika Koes Bersaudara, yang disimbolkan sebagai lambang kebebasan atas kesewenang-wenangan Orde Lama, sesekali diundang untuk tampil dalam acara yang diadakan mahasiswa atau organisasi. Bahkan, pada Agustus 1966, grup ini melakukan tur di Jawa dan Bali dan honornya digunakan untuk membeli di Jalan Sungai Pawan 21, Blok C, Kebayoran.

Pada tahun 1967, Koes Bersaudara mengeluarkan dua album piringan hitam, yaitu Jadikan Aku Dombamu dan To Tell So Called The Guilties, yang masing-masing memuat 12 lagu. Sayangnya, pada tahun 1969, Nomo memutuskan cabut karena memilih bekerja sebagai pengusaha untuk biaya hidup setelah menikah. Posisi Nomo ini pun kemudian digantikan Murry, dan Koes Bersaudara bertransformasi menjadi Koes Plus.

Baca juga:  “He Named Me Malala” - Kisah Gadis yang Bangkit Kembali Setelah ditembak Taliban
author
No Response

Leave a reply "Koes Bersaudara, Grup Musik Legendaris Cikal Bakal Koes Plus"