‘Komputer Percakapan’ Baidu Bakal Ubah Industri yang Baru

di memang semakin berkembang. Setelah Steve Jobs melalui meluncurkan smartphone pada tahun 2007 silam, kini teknologi dunia telah beralih ke pengembangan kecerdasan buatan atau lebih keren dengan sebutan artificial intelligence atau AI. Bisa dibilang, tahun 2017 menjadi awal bagi perkembangan teknologi AI ini.

Baidu - theringer.com

Baidu - theringer.com

 

Google Home dan Echo dari Amazon adalah sebuah produk berbasis AI yang dianggap paling terkenal. Namun, produk canggih lainnya kemungkinan besar segera menyusul dari Baidu, raksasa teknologi China, yang sekarang memiliki sulur di segala macam ruang digital dan fisik. Kepala Ilmuwan Baidu, Andrew Ng, menyebut perangkat ini sebagai “komputer percakapan”.

Baidu adalah salah satu perusahaan teknologi yang banyak meluncurkan asisten robot berbasis AI pada ajang CES 2017 di Las Vegas. Perangkat baru perusahaan, yang sekilas mirip gagdet, disebut dengan Little Fish. Perangkat ini dapat memainkan musik, membaca berita, menjawab pertanyaan trivia, namun dengan layar touchscreen yang kecil. Ng mengatakan bahwa layar membantu Little Fish untuk memberikan jenis informasi tertentu jauh lebih cepat dibandingkan para pesaing.

Jika Anda lapar dan Anda ingin makanan diantarkan, Anda memiliki mesin yang dapat membacakan 10 daftar restoran terdekat dari temmpat Anda. Jika Anda kemudian menyebutkan “restoran nomor tiga”, kemudian akan muncul item menu di restoran tersebut. Anda pun tinggal mengatakan, “OK, saya ingin menu nomor 47”.

Di samping itu, Anda juga dapat memiliki pengalaman yang menyenangkan selama di jika memiliki perangkat ini. Bayangkan ketika Anda bersandar di sofa Anda, Anda cukup mengucapkan “Little Fish, saya ingin sebotol air”, maka robot ini akan membawakan apa yang Anda minta. Cara ini jauh lebih alami dan efisien dibandingkan Anda harus membuka ponsel lalu mencari aplikasi yang tepat. Jadi, tahun 2017 bisa menjadi tahunnya “komputer percakapan”.

Karena tekanan pasar dan kesempatan yang berbeda, pasar China dan pasar AS baru saja berkembang secara berbeda. Orang-orang di Jepang dan juga China memiliki kemauan yang lebih besar untuk terlibat dengan komputer sebagai kepribadian. Budaya di Jepang sangat ramah untuk robot, dan ada strain yang kuat juga di China.

Namun, ada kecemasan dan kekhawatiran yang timbul di tengah masyarakat dengan makin berkembangnya teknologi AI ini, terutama masalah lapangan kerja. Memang, tidak mungkin menghentikan laju AI. Dalam jangka panjang, AI akan membebaskan umat manusia dari banyaknya pekerjaan yang berulang-ulang sehingga mereka dapat melakukan hal-hal yang lebih berguna.

Untuk masalah pekerjaan, setiap gelombang gangguan telah menciptakan lapangan kerja baru. Tetapi, memang akan ada masalah mengenai kecocokan. Peneliti perlu berbicara mengenai masalah yang sebenarnya tentang AI secara jujur dan transparan tentang apa yang mungkin terjadi dan memikirkan solusinya.

AI adalah listrik baru. Sekitar 1.00 tahun yang lalu, listrik mampu mengubah peta pertanian, transportasi, dan manufaktur. Industri telah diubah dengan listrik. Sekarang, posisi AI kurang lebih sama untuk mengubah industri yang ada menjadi indsutri yang baru.

Baca juga:  NASA Tampilkan Karbondioksida di Atmosfer via Visualisasi 3D
author
No Response

Leave a reply "‘Komputer Percakapan’ Baidu Bakal Ubah Industri yang Baru"