Melawan Gerakan Anti Islam, Mahasiswa Muslim di Michigan Gelar Salat Berjamaah

Beberapa hari setelah pemilu AS, seorang muslim di University of Michigan didekati orang asing yang memintanya untuk melepas hijab dan mengancam akan membakarnya. Menurut Nusayba Tabbah, wakil presiden internal Himpunan University of Michigan mengatakan jika ini bukan peristiwa terisolasi, melainkan percepatan iklim anti muslim di kampus.

Mahasiswa Muslim di Michigan Gelar Salat Berjamaah - www.upworthy.com

Mahasiswa Muslim di Michigan Gelar Salat Berjamaah - www.upworthy.com

 

Merespons kejadian tersebut, mahasiswa muslim di kampus tersebut memutuskan untuk merebut kembali ruang mereka di kampus, sebagai peringatan bahwa mereka memiliki hak yang sama untuk berada di sana seperti lainnya.

komite MSA Rami Ebrahim menyarankan untuk berkumpul dan melaksanakan salah satu dari salat 5 waktu mereka, Isya di depan umum. Dengan demikian, komunitas ini dapat membuat pernyataan yang kuat dan membiarkan mereka yang berusaha menentang mereka tahu bahwa mereka tak akan diganggu hingga harus menyembunyikan kepercayaannya sebagai umat muslim.

Beberapa teman non-muslim diminta membentuk lingkaran di sekitar kelompok selama ibadah berlangsung untuk menunjukkan solidaritas. Ternyata yang didapat justru lebih dari itu. “Saya terkejut dan takjub dengan jumlah orang di sana, baik muslim dan non-muslim,” ujar Tabbah. Kerumunan tersebut berjumlah sekitar 300 orang.

Sejak pilpres AS, The Southern Poverty Law Center mencatat bahwa kelompok kebencian terhadap umat muslim telah mencapai lebih dari 400 peristiwa pelecehan dan intimidasi. Tabbah berpesan untuk lebih mengenal tetangga muslim yang ada di sekitar dan mencatat bahwa banyak orang yang takut atau benci muslim sebenarnya tidak tahu apapun.

Baca juga:  Gletser Seluas Manhattan Mencair, Perubahan Iklim Makin Mengkhawatirkan
author
No Response

Leave a reply "Melawan Gerakan Anti Islam, Mahasiswa Muslim di Michigan Gelar Salat Berjamaah"