Mengapa Kita Perlu Bantal Untuk Tidur?

Tidur merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting bagi . Bersama dengan bergizi serta teratur, tidur dibutuhkan manusia guna menjaga tubuh agar tetap fit. Dengan tidur, beberapa organ tubuh dapat beristirahat sejenak serta mengembalikan kebugaran tubuh setelah lelah beraktivitas sepanjang hari.

Bantal Tidur - www.australiansportsnutrition.com.au

Bantal Tidur - www.australiansportsnutrition.com.au

 

Umumnya, tidur dilakukan orang dengan cara telentang. Ada juga sebagian yang tidur dalam posisi miring atau tengkurap. Di samping itu, bagi sebagian orang, tidur tidak lengkap tanpa kehadiran bantal (dan juga guling). Bantal berfungsi sebagai alas untuk meletakkan kepala ketika tidur. Dengan bantal, posisi kepala akan lebih nyaman dan tidur bisa lebih pulas.

Penggunaan bantal dalam kebutuhan tidur sendiri sudah berlangsung sejak lama. Di abad pertengahan di Eropa, bantal hanya digunakan untuk perempuan hamil. Saat itu, bantal dipandang sebagai tanda kelemahan dan mengurangi kenikmatan. Dalam budaya tidur dengan tempat tidur gantung, kebanyakan orang tidak menggunakan bantal (seperti dalam budaya suku Maya selama lebih dari 1.500 tahun). Bantal kemudian menjadi barang mewah pada akhir abad pertengahan.

Di berbagai belahan dunia, kebiasaan tidur masing-masing masyarakat memang berbeda-beda. Suku Kung (yang berada di northwest Botswana) tidur hanya beralaskan kulit dan terkadang hanya di atas tanah berpasir. Sementara, suku Efe di Zaire tidur di atas daun yang berserakan atau bertengger di antara dua batang. Adapun suku Hiwi di Venezuela, tidur menggunakan tempat tidur gantung.

Tidak satu pun dari perantau ini menggunakan bantal atau penutup. Sementara, orang yang “lebih menetap” seperti suku Gebusi di Papua New Guinea tidur menggunakan platform yang terbuat dari batang kayu dan melempar “bark-cloth cape” pada tubuh di atas tubuh mereka pada malam hari.

Mungkin salah satu alasan mengapa banyak orang yang memilih tidur tanpa menggunakan bantal adalah untuk menghindari paparan kutu. Sementara itu, penggunaan selimut di dataran tinggi Papua Nugini telah dikaitkan dengan peningkatan dramatis pada asma di kalangan orang-orang dewasa, mungkin karena banyaknya tungau rumah di dalam selimut.

Meski tampaknya orang-orang tradisional ini tidak menggunakan bantal, namun sebenarnya mereka tetap menggunakan alas kepala untuk tidur, seperti keramik, kayu, dan batu. Sekarang, untuk membuat bantal telah berganti menjadi lebih empuk, seperti kain, busa, kapuk, bahkan hingga berisi air.

Baca juga:  Arti Syafakillah, Doa Untuk Orang yang Sakit
author
No Response

Leave a reply "Mengapa Kita Perlu Bantal Untuk Tidur?"