Mengenal PFOA, Zat Kimia Berbahaya pada Perabotan Anti-Lengket

Beberapa tahun belakangan ini, ibu-ibu tangga dibuat gusar oleh kabar yang menyebutkan panci atau wajan anti-lengket (atau teflon) yang terkelupas dapat menimbulkan kanker. Ketika terus-menerus dipanaskan, lapisan tersebut dapat berubah wujud menjadi zat karsinogen, yaitu PFOA. PFOA inilah yang ditengarai dapat menyebabkan kanker pada tubuh.

Mengenal PFOA - kaltim.tribunnews.com

Mengenal PFOA - kaltim.tribunnews.com

 

Sebelum membahas lebih dalam apakah PFOA memang dapat menyebabkan kanker atau tidak, kita perlu mengetahui tentang zat ini. PFOA atau perfluorooctanoic acid adalah senyawa fluoride, dan fluoride pada dasarnya merupakan racun. Senyawa ini ketika dihirup dapat memicu hipotiroidisme dengan menekan tiroid. Ketika perangkat anti-lengket mengeluarkan asap saat terlalu panas, maka senyawa ini sedang menyebarkan asap beracun.

Dalam pengujian terhadap hewan, zat kimia ini disebut dapat menyebabkan kanker hati, testis, dan pankreas. PFOA juga disebut sebagai senyawa yang dapat dikaitkan dengan ketidaksuburan pada . Sebuah studi yang diterbitkan Environmental Health Perspectives mengatakan, bahan kimia anti-lengket itu dapat menurunkan sejumlah sperma pria sehingga lebih sulit memiliki keturunan.

Dalam studi tersebut, peneliti asal Denmark menganalisis sampel sperma dari 105 pria dengan usia rata-rata 19 tahun untuk mengukur adanya 10 bahan kimia PFAA, termasuk PFOA dan PFOS, serta sperma. Bahan kimia ini akhirnya ditemukan di semua sampel, tetapi pria dengan kadar PFOS dan PFOA tinggi memiliki jumlah sperma yang setengah lebih rendah dari jumlah normal atau 50 persen.

Studi tersebut juga menemukan bahwa pria lebih rentan terhadap bahan kimia di lingkungan dibandingkan wanita. Bahkan, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) telah menemukan bahwa pria lebih mungkin terpapar PFOA (dan juga PFOS) tingkat tinggi dibandingkan wanita.

Setelah melakukan serangkaian ujicoba, para ahli menemukan beberapa efek PFOA terhadap . Pada pengujian terhadap 400 sampel yang dilakukan terhadap pekerja di AS dan Eropa, tidak ditemukan hubungan antara kadar PFOA yang tinggi dengan penyebab kanker. Namun, pada tahun 1981 lalu, ditemukan dua bukti dari pekerja yang berinteraksi dengan PFOA, melahirkan anak yang cacat lahir.

US Environment Protection Agency (EPA) juga masih belum menemukan hal berbahaya yang sangat signifikan dari penggunaan barang-barang yang mengandung PFOA. Karena, menurut mereka, PFOA adalah bahan kimia yang muncul pada produksi. Pada saat akhir produksi, bahan kimia yang mendapat julukan intermediate chemical ini masih sering terbawa dalam perabotan, meski dalam jumlah yang sangat kecil.

Baca juga:  Pengertian Apatis (Secara Filosofis, Medis, dan Psikologis)
author
No Response

Leave a reply "Mengenal PFOA, Zat Kimia Berbahaya pada Perabotan Anti-Lengket"