Misi Rahasia Duqu 2.0, Virus Mata-mata Buatan Israel

Sebuah mata-mata (spyware) yang sangat canggih ditengarai telah diciptakan oleh badan Israel diberi nama Duqu. ini ditemukan di tiga hotel mewah di Eropa, yang semuanya telah digunakan dalam pertemuan yang membahas tentang program nuklir Iran.

Meskipun tidak ada bukti yang cukup untuk membuktikan bahwa pemerintah Israel sendiri yang menanam , fakta bahwa telah diciptakan oleh Duqu tidak bisa dielakkan.

Spyware ini pertama kali ditemukan awal tahun ini oleh Labs, yang sedang menguji software antivirus canggih yang mendeteksi malware. Malware ini sangat canggih karena hampir sama sekali tidak meninggalkan jejak. Malware tertanam jauh di dalam memori kernel , di tempat penyimpanan perangkat lunak yang paling dasar dari . Kaspersky kemudian ditugaskan tim untuk mengawasi software, setelah tim menemukan bahwa perangkat lunak itu terkait dengan Duqu, yang berhubungan kuat ke pemerintah Israel.

Baca juga:  Moto X Pure, Suksesor Motorola berkamera 21 MP di Kelas Android Lollipop

computer-virus

Setelah penemuan ini, tim melakukan pencarian di seluruh dunia untuk melihat apakah virus ditemukan di tempat lain, keberadaannya ditemukan di tiga hotel di Eropa, yang semuanya digunakan untuk membahas program nuklir Iran. Kaspersky Labs sendiri tidak langsung menyalahkan pemerintah Israel untuk virus yang dijuluki Duqu 2.0 ini. Namun itu menunjukkan bahwa sangat mungkin ada hubungan antara keduanya.

Para peneliti  yang juga menyebutkan dalam laporan mereka bahwa belum diketahui secara persis jenis informasi apa yang dicuri, dan bahwa siapa pun yang berada di balik perangkat lunak mungkin bisa menyadap percakapan. Pemerintah Israel telah membantah bahwa telah memata-matai AS dan sekutu lainnya dan mengatakan bahwa hal itu merupakan pengawasan terhadap Iran. Sampai saat ini belum ada pertemuan secara khusus untuk membahas tentang virus Duqu.

Baca juga:  Tiket Xtrans

Virus itu juga digunakan untuk mata-matai karyawan di Kaspersky Labs sendiri, yang dikirim ke seorang karyawan melalui lampiran yang dikirimkan ke email. Untungnya lampiran itu belum sempat dibuka, jadi virus belum sampai menyebar.

“Memata-matai perusahaan keamanan  sangatlah berbahaya. Software keamanan adalah perlindungan terakhir untuk bisnis dan pengguna teknologi di dunia modern, di mana perangkat keras dan peralatan jaringan dapat dihubungkan," ucap Eugene Kaspersky, CEO dari Kaspersky Labs. "Selain itu, cepat atau lambat teknologi yang diaplikasikan dalam serangan yang ditargetkan sejenis akan diperiksa dan dimanfaatkan bagi para teroris dan penjahat cyber profesional. Dan itu adalah masalah yang sangat serius."

Tentu saja, perusahaan bekerja keras untuk perbaikan celah keamanan  yang mungkin telah membiarkan Duqu 2.0 dapat masuk ke dalam sistem. Microsoft merilis sebuah patch guna menangani masalah ini. Dan tentu saja, perangkat antivirus Kaspersky Labs sekarang menawarkan perlindungan yang lebih serius terhadap spyware.

Baca juga:  Berguna untuk Kesehatan, Pemilik Jenggot kini Boleh Bangga
author
No Response

Leave a reply "Misi Rahasia Duqu 2.0, Virus Mata-mata Buatan Israel"