Pengertian dan Kelemahan Sistem Pertukaran Barter

sistem pertukaran barter - saga-sigi.blogspot.com

Jika Anda bergelut dalam bidang , Anda pasti sudah familiar dengan istilah barter. Istilah ini juga sering disebutkan dalam berbagai pelajaran atau pengetahuan sosial di jenjang sekolah.

sistem pertukaran barter - saga-sigi.blogspot.com
pertukaran barter – saga-sigi.blogspot.com

 

Barter sendiri merupakan kegiatan tukar-menukar barang yang terjadi tanpa perantaraan uang. Barter bisa disebut sebagai salah satu bentuk awal perdagangan. Sistem ini memfasilitasi pertukaran barang dan saat manusia belum menemukan uang.

Sejarah barter dapat ditelusuri kembali hingga tahun 6000 SM. Diyakini bahwa sistem barter diperkenalkan oleh suku-suku Mesopotamia. Sistem ini kemudian diadopsi oleh orang Venesia yang menukarkan barang-barang mereka kepada orang-orang di -kota lain yang terletak di seberang lautan.

Berbagai barang pernah digunakan sebagai standar barter semisal tengkorak manusia. Item lain yang populer digunakan untuk pertukaran adalah garam. Suatu barang sendiri bisa dikatakan sebagai alat tukar jika diterima dalam masyarakat, sukar didapatkan dalam masyarakat, dan barang tersebut disukai bentuk maupun kegunaannya.

Pada masa itu, barter menjadi pilihan populer dalam transaksi perdagangan karena sistem ini tidak membutuhkan uang untuk memperoleh barang yang diinginkan. Selain itu, nilai barang yang diperoleh terkadang bisa lebih besar dibandingkan dengan barang yang diberikan.

Namun dalam perkembangannya, barter mulai ditinggalkan karena sistem ini dinilai tidak efektif dalam transaksi perdagangan. Berikut beberapa kelemahan sistem perdagangan barter.

  • Perdagangan barter memerlukan kehendak ganda yang selaras, dalam artian tiap pihak yang ingin melakukan pertukaran memiliki barang yang dinginkan pihak lain, dan mencari barang yang dimiliki pihak lain.
  • Penentuan harga barang sukar dilakukan. Misalnya, harga seekor kambing sukar dinilai berdasarkan jumlah baju atau beras yang ingin ditukar.
  • Perekonomian barter membatasi pilihan pembeli. Jika transaksi dilakukan secara barter, seorang pembeli akan terikat kepada syarat yang ditentukan pihak lain yang menginginkan barang yang dimilikinya.
  • Sistem barter menyulitkan pembayaran tertunda. Kesulitan pembayaran tertunda atau kredit ini disebabkan timbul masalah untuk menentukan jenis barang yang akan digunakan untuk pembayaran dan harus dibuat perjanjian mengenai mutu barang yang akan digunakan sebagai alat pembayaran.
  • Sistem barter juga membuat seseorang sukar menyimpan kekayaan.
Baca juga:  Harga Tiket Bus Harapan Jaya