Pengertian dan Macam Corak dalam Seni Rupa

Jika Anda menyukai hal-hal yang berbau kesenian, Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan seni rupa. Seni rupa adalah salah satu cabang seni  yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah titik, garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika.

Seni Rupa - www.suherlin.com

Seni Rupa - www.suherlin.com

 

Dilihat berdasarkan fungsinya, seni rupa dapat dibedakan menjadi seni rupa murni dan seni rupa terapan. Proses penciptaan seni rupa murni lebih menitikberatkan pada ekspresi jiwa semata misalnya lukisan, sedangkan seni rupa terapan proses pembuatannya memiliki tujuan dan tertentu misalnya seni kriya. Sementara, menurut segi wujud dan bentuknya, seni rupa dibedakan menjadi  seni rupa 2 dimensi yang hanya memiliki panjang dan lebar saja dan seni rupa 3 dimensi yang memiliki panjang lebar serta ruang.

Secara garis besar, bidang-bidang dalam seni rupa dapat dibagi menjadi tiga. Pertama adalah seni rupa murni yang mencakup seni lukis, seni grafis, seni patung, seni instalasi, seni pertunjukan, seni keramik, seni film, seni koreografi, dan seni fotografi. Kedua, yang meliputi arsitektur, grafis, komunikasi visual, interior, busana, dan produk. Terakhir, kriya yang mencakup kriya tekstil, kriya kayu, kriya keramik, kriya rotan, kriya logam, kriya kulit, hingga kriya bambu.

Layaknya bidang seni lainnya, seni rupa juga memiliki corak atau biasa disebut dengan aliran atau gaya. Corak dalam seni rupa ini sangat beragam karena dipengaruhi oleh pengalaman, pandangan terhadap suatu objek, teknik yang digunakan dalam membuat karya, bahan untuk berkarya, dan cara pengungkapan yang digunakan.

Secara umum, corak dalam seni rupa dapat dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu corak dan corak modern. Corak merupakan corak turun-temurun. Corak ini biasanya tidak mengalami perubahan yang signifikan selama beberapa generasi. Corak sendiri dapat dibagi ke dalam:

  • Corak primitif, yaitu karya seni yang memiliki sifat sederhana dalam bentuk dan warnanya. Karya seni rupa primitif di Nusantara seperti hasil karya seni patung dari suku Asmat di Papua, sedangkan di mancanegara misalnya hasil karya seni patung suku Aborigin di Australia.
  • Corak klasik, yaitu merupakan corak muncul di masa peralihan seni rupa primitif menjadi corak rumit dan ornamental. Corak klasik di lebih banyak dipengaruhi oleh budaya India, yang dapat dilihat pada karya seni rupa di candi-candi peninggalan kerajaan Hindu-Buddha.

Kemudian, corak modern merupakan corak yang bisa dikatakan sudah mengalami kemajuan, perubahan, dan pembaruan. Di Indonesia, corak modern ini lebih banyak dipengaruhi budaya Eropa. Secara umum, corak modern dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:

  • Gaya representatif, yaitu gaya yang menampilkan suat karya yang nyata atau mirip dengan objek aslinya, seperti realisme, naturalisme, atau romantisme.
  • Gaya deformatif, adalah perubahan bentuk dari aslinya sehingga menghasilkan bentuk baru namun tidak meninggalkan bentuk asli. Aliran yang mewakili gaya ini di antaranya impresionisme, ekspresionisme, surealisme, kubisme, futurisme, dan dadaisme.
  • Gaya abstraksionisme, adalah suatu bentuk yang sulit untuk dikenali, karena bentuk dasar dari gaya ini sudah meninggalkan bentuk aslinya.
Baca juga:  Pengertian, Jenis, dan Teknik Kudeta
author
No Response

Leave a reply "Pengertian dan Macam Corak dalam Seni Rupa"