Pengertian Embargo dalam Bidang Politik dan Jurnalistik

Jika Anda merupakan pemerhati berita politik dan perdagangan, Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah embargo. Istilah ini sering muncul ketika dua negara yang sebelumnya menjalin kemitraan, terlibat dalam suatu konflik. Lalu, tahukah Anda, apa embargo yang sebenarnya?

Embargo - www.merdeka.com

Embargo - www.merdeka.com

 

Menurut Kamus Besar Bahasa , embargo dapat diartikan sebagai larangan lalu lintas barang antar-negara. Embargo ini juga dapat diartikan sebagai penyitaan sementara terhadap kapal-kapal asing, misalnya pada waktu perang, dengan maksud agar kapal-kapal tersebut tidak meninggalkan pelabuhan. Di samping itu, embargo juga bisa dimaknai sebagai larangan menyiarkan berita sebelum waktu yang telah ditentukan.

Embargo dideklarasikan oleh sekelompok negara terhadap negara lain untuk mengisolasi negara tersebut dan menyebabkan pemerintah negara tersebut dalam keadaan internal yang sulit. Keadaan yang sulit ini dapat terjadi akibat pengaruh dari embargo yang menyebabkan ekonomi negara yang dilawan tersebut menderita karenanya.

Embargo biasanya digunakan sebagai hukuman politik bagi pelanggaran terhadap sebuah atau kesepakatan. Salah satu contoh embargo adalah yang pernah diterapkan Amerika Serikat terhadap Indonesia dari tahun 1999 hingga 2005 dalam hal pengadaan senjata militer akibat pelanggaran HAM yang dilakukan TNI di Timor Timur. Contoh kasus lain terkait dengan embargo adalah yang dilakukan Uni Emirat Arab terhadap Iran terkait dengan perdagangan minyak.

Selain dalam bidang politik dan perdagangan internasional, istilah embargo juga dikenal luas dalam bidang jurnalistik atau pemberitaan. Istilah embargo secara resmi tercantum dalam Pasal 7 Kode Etik Jurnalistik (KEJ) yang berbunyi “Wartawan Indonesia memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan ‘off the record’ sesuai dengan kesepakatan”.

Di samping tercatat dalam Kode Etik Jurnalistik, sebelumnya istilah embargo ini juga telah tercantum dalam Pasal 14 Kode Etik Jurnalistik Persatuan Wartawan Indonesia (KEJ PWI). Ketentuan tersebut berbunyi, “Wartawan Indonesia menghormati ketentuan embargo, bahan latar belakang dan tidak menyiarkan informasi yang oleh sumber berita tidak dimaksudkan sebagai bahan berita serta tidak menyiarkan keterangan off the record”. Jadi, embargo dalam jurnalistik merupakan penundaan penyiaran suatu berita sampai batas waktu yang ditetapkan oleh sumber berita yang wajib dihormati.

Baca juga:  Arti dan Syarat Yudisium
author
No Response

Leave a reply "Pengertian Embargo dalam Bidang Politik dan Jurnalistik"