Pengertian, Prinsip Kerja, dan Jenis-Jenis Motor DC

Dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di bidang , kehadiran Motor DC mutlak diperlukan. Pasalnya, Motor DC memudahkan pekerjaan sehingga industri dapat berjalan efisien. Semakin banyak industri yang berkembang, maka semakin banyak mesin yang digunakan. Dan, semakin banyak mesin yang digunakan, maka penggunaan Motor DC pun semakin banyak.

Motor DC merupakan motor listrik yang memerlukan suplai tegangan arus searah pada kumparan untuk diubah menjadi energi gerak mekanik. Kumparan medan pada Motor DC disebut dengan stator (bagian yang tidak berputar) dan kumparan jangkar disebut rotor (bagian yang berputar). Kehadiran Motor DC sendiri diperkirakan telah ada selama lebih dari seabad yang lalu.motor-dc

utama Motor DC adalah sebagai pengendali , yang tidak memengaruhi pasokan daya. Motor ini dapat dikendalikan dengan mengatur tegangan dinamo (meningkatkan tegangan dinamo akan meningkatkan kecepatan) dan arus medan (menurunkan arus medan akan meningkatkan kecepatan).

Motor DC atau motor arus searah, sesuai namanya, menggunakan arus langsung yang tidak langsung atau direct-unidirectional. Motor DC memiliki tiga bagian atau komponen utama, yaitu:

  1. Kutub medan. Motor DC sederhana memiliki dua kutub medan, kutub utara dan kutub selatan. Garis magnetik energi membesar melintasi ruang terbuka antara kutub-kutub dari utara menuju selatan. Untuk motor yang lebih kompleks, terdapat satu atau lebih elektromagnetik.
  2. Dinamo atau current elektromagnetik. Dinamo ini berbentuk silinder yang dihubungkan ke as penggerak untuk menggerakkan beban. Dalam kasus Motor DC berukuran kecil, dinamo berputar dalam medan magnet yang dibentuk kutub-kutub hingga kutub utara dan selatan magnet berganti lokasi.
  3. Commutator. Komponen ini berguna untuk transmisi arus antara dinamo dan sumber daya.

Prinsip kerja pada Motor DC adalah jika arus lewat pada suatu konduktor, timbul medan magnet di sekitar konduktor. Medan magnet hanya terjadi di sekitar sebuah konduktor jika ada arus mengalir pada konduktor tersebut. Arah medan magnet ditentukan oleh arah aliran arus pada konduktor.

Sementara, secara umum mekanisme kerja Motor DC adalah:

  1. Arus listrik dalam medan magnet akan memberikan gaya.
  2. Jika kawat yang membawa arus dibengkokkan menjadi sebuah lingkaran atau loop, maka kedua sisi loop, yaitu pada sudut kanan medan magnet, akan mendapatkan gaya pada arah yang berlawanan.
  3. Pasangan gaya menghasilkan tenaga putar atau torque untuk memutar kumparan.
  4. Motor-motor memiliki beberapa loop pada dinamonya untuk memberikan tenaga putaran yang lebih seragam dan medan magnetnya dihasilkan oleh susunan elektromagnetik yang disebut kumparan medan.

Motor DC terbagi menjadi dua , yaitu:

  1. Motor DC sumber daya terpisah (separately excited), yaitu jika arus medan dipasok dari sumber terpisah.
  2. Motor DC sumber daya sendiri (self excited), terbagi menjadi tiga tipe yaitu tipe shunt (gulungan medan disambungkan secara pararel dengan gulungan dinamo), tipe seri (gulungan medan dihubungkan secara seri dengan gulungan dinamo), dan tipe kompon/gabungan (merupakan gabungan dari motor seri dan shunt.
Baca juga:  Hikmah dan Doa Sahur Puasa Ramadhan
author
No Response

Leave a reply "Pengertian, Prinsip Kerja, dan Jenis-Jenis Motor DC"