Perubahan Iklim Picu Maraknya Kebakaran Hutan

Akhir-akhir ini, kita tentu sering mendengar peristiwa kebakaran yang melanda wilayah , terutama di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera. Namun, tak cuma di , kebakaran juga melanda lain, misalnya Amerika Serikat.

Kebakaran Hutan - www.satuharapan.com

Kebakaran Hutan - www.satuharapan.com

 

 

Dalam beberapa tahun terakhir, kebakaran hutan di Negeri Paman Sam tersebut umumnya terjadi di wilayah bagian barat. Misalnya, melanda kawasan Fort McMurray pada Mei lalu atau di Oregon pada tahun 2012 silam. Namun, tak cuma di wilayah barat, kebakaran hutan juga melanda wilayah Alabama.

Northern Alabama akan melalui kekeringan yang luar biasa dan itu membuatnya sangat mudah untuk terbakar. Setidaknya, sudah ada lebih dari 700 kebakaran hutan di Alabama hanya dalam waktu 30 hari terakhir.

Menurut anggota Komisi Kehutanan, Coleen Vansant, kebakaran hutan yang terjadi di Alabama disebabkan gesekan antara semak dengan batu yang dapat menyalakan api. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa kebakaran hutan sebagian besar disebabkan oleh ulah , seperti melakukan pembakaran kayu.

Kebakaran hutan pada saat ini ditaksir terjadi 4 kali lebih banyak dibanding tahun 1970-an dan mereka membakar tanah 6 kali lebih banyak. Tahun 2016 ini saja, hampir 5 juta hektar hutan yang telah terbakar di wilayah barat, khususnya di New Jersey. Sementara, tahun lalu, 9 juta hektar hutan habis terbakar.

Api memang bisa dikatakan sebagai bagian dari ekosistem alam dan beberapa datang dari sambaran petir. Tetapi, kebakaran hutan yang terjadi akhir-akhir ini mungkin disebabkan oleh perubahan bumi. Bagi mereka yang tinggal di Amerika Serikat bagian barat, pasti sudah akrab dengan cuaca yang panas, kekeringan, dan juga kebakaran yang seakan berjalan beriringan.

Namun, apa yang menyebabkan kegersangan tersebut? Sebuah laporan baru-baru ini menunjukkan bahwa iklim menjadi faktor utama. Ada juga faktor-faktor lain, seperti aktivitas manusia. Namun, sekitar setengah dari peningkatan masalah kebakaran hutan disebabkan perubahan iklim. “Banyak orang yang melemparkan kata-kata tentang kebakaran dan iklim,” kata penulis John Abatzoglou.

Para ahli juga berpendapat bahwa tren kekeringan ini cenderung meningkat dan bisa bertahan lebih lama, bahkan mungkin selama beberapa dekade. Pada tahun 2015 lalu, federal bahkan telah menghabiskan biaya sekitar 2 miliar dolar AS untuk pemadam kebakaran.

Jadi, mengatasi perubahan iklim sebenarnya bisa membantu untuk mengatasi masalah kebakaran hutan. Hal paling sederhana dan paling efektif yang bisa dilakukan adalah menggunakan kekuasaan politik untuk memilih, mengungkapkan bahwa kita perlu untuk mengatasi perubahan ini. Sementara itu, kita bisa mendukung orang-orang yang berjuang untuk mengatasi masalah ini.

Baca juga:  Deutsche Bank, Bank Global Jerman yang juga hadir di Indonesia
author
No Response

Leave a reply "Perubahan Iklim Picu Maraknya Kebakaran Hutan"