Rumput Alfalfa, Pakan Ternak Tinggi Nutrisi

Jika Anda memiliki binatang ternak semacam sapi perah, kuda, sapi potong, domba, atau kambing, Anda pasti sudah familiar dengan rumput alfalfa. Ya, rumput dengan nama latin Medicago sativa itu memang merupakan spesies tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai ternak hewan-hewan tersebut.

rumput alfalfa - hanyuwito.blogspot.com

rumput alfalfa - hanyuwito.blogspot.com

 

Alfalfa sendiri merupakan tanaman sejenis tanaman herba tahunan yang memiliki beberapa ciri, yaitu berakar tunggang, batang menyelusur tegak dari dasar kayu, tingginya berkisar 30-120 cm, serta daun tersusun tiga. Tangkai daun berbulu dan berukuran 5-30 mm, sedangkan kedalaman akar alfalfa dapat mencapai 2-4 meter.

Saat memulai perkembangan batang, tunas aksiler di bagian bawah ketiak daun akan membentuk batang sehingga mahkota pada bagian dasar menjadi pangkal dan tunas aksiler di atas tanah membentuk percabangan. Perbungaan tersusun pada tandan yang padat dengan bunga kecil berwarna kuning.

Tumbuhan ini mampu hidup hingga 30 tahun, bergantung dari keadaan . Alfalfa juga memiliki bintil (nodul) akar yang mengandung bakteri Rhizobium meliloti sehingga dapat menambat atau mengikat nitrogen dari atmosfer untuk keperluan tumbuhan. Sejarah tertua mengenai tanaman ini berasal dari sisa-sisa alfalfa berusia 6000 tahun telah ditemukan di Iran. Sementara, tulisan tertua mengenai alfalfa diperkirakan berangka tahun 1300 SM dan ditemukan di Turki.

penanaman alfalfa biasanya berlangsung pada peralihan antara semi ke gugur, namun pertumbuhan utama terjadi pada akhir semi atau awal panas karena tumbuhan ini memerlukan waktu penyinaran yang panjang. Perkembangan perbungaan dari setiap kultivar alfalfa dapat berbeda satu sama lain karena lama penyinaran yang diperlukan juga berbeda.

Alfalfa tahan terhadap herbisida seperti benazolin, bentazon, dan asam 2,4-Diklorofenoksiasetat. Apabila ingin menanam alfalfa saja (monokultur), terutama pada musim dingin, dapat digunakan propizamida untuk mencegah pertumbuhan gulma yang mengganggu.

Alfalfa banyak diproduksi karena nilai nutrisi dan produksinya yang menguntungkan, selain memiliki rasa yang enak. Sebagai pakan ternak, tanaman ini memiliki kandungan protein, vitamin, dan mineral yang tinggi. Alfalfa juga termasuk berserat rendah sehingga mudah mencapai rumen (perut besar) dan mudah dicerna oleh hewan ternak.

Untuk membudidayakan alfalfa, kondisi tanah yang harus diperhatikan adalah pH (tingkat keasaman) tanah berkisar 6,3-7,5 dan kandungan garam dalam tanah tidak boleh terlalu tinggi. Selama masa aktif pertumbuhannya, alfalfa tidak membutuhkan tanah yang basah. Dengan pemberian irigasi, tanaman alfalfa dapat memproduksi 25-27 ton per hektar kadar kering pada tahun pertama dan turun hingga 8-15 ton per tahun pada tahun ketiga.

Baca juga:  Berbeda Dengan Indonesia, Harga Ubi di Jepang Relatif Mahal
author
No Response

Leave a reply "Rumput Alfalfa, Pakan Ternak Tinggi Nutrisi"