‘Seksama’ dan ‘Saksama’, Mana yang Tepat?

bisa dibilang sebagai salah satu paling rumit di dunia. Pasalnya, ada banyak aturan atau kaidah dalam penggunaan Indonesia, baik untuk tulisan maupun lisan. Bahkan, gaya penulisan dan pembicaraan dalam Indonesia juga harus disesuaikan dengan lingkup penulisan atau pembicaraan, apakah di ruang formal atau informal.

Guru Bahasa - blog.ruangguru.com

Guru Bahasa - blog.ruangguru.com

 

Untuk kaidah penulisan sendiri, sudah banyak kita temui penulisan yang sebenarnya tidak sama dengan pengucapan. Sekadar misalnya, orang-orang biasa menuliskan ini dengan tulisan “sekedar”. Padahal, jika dicermati secara mendalam, “kedar” tidak ditemukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Adanya, adalah “sekadar” yang berarti sesuai atau seimbang atau sepadan.

Kasus serupa juga terjadi pada penulisan kata “saksama”. Kata ini sering dituliskan dengan “seksama” karena merujuk pada pengucapan kata tersebut. Padahal, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, tidak ditemukan kata “seksama”. Yang ada adalah “saksama” yang berarti teliti atau cermat. Jika digunakan dalam , penggunaan kata “saksama” ini adalah “surat-surat itu diperiksa dengan saksama” atau “semuanya dikerjakan dengan saksama”.

Di samping itu, saksama juga dapat diartikan sebagai tepat benar atau jitu. Contoh kalimat dengan kata “saksama” yang memiliki demikian adalah “segala pertanyaan tersebut dijawab dengan saksama, atau “kita harus mendidik anak-anak agar biasa mengerjakan hitungan dengan saksama”.

Jadi, jika Anda mencari kata “seksama” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, maka Anda akan dirujuk pada entri “saksama” (biasanya dilambangkan dengan tanda panah). Ini berarti, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, “saksama” merupakan bentuk baku, sedangkan “seksama” merupakan variasi ejaannya.

Menurut Loan-words in Indonesian and Malay karya Jones, kata ini berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu suksma, yang berarti akurat atau hati-hati. Sementara, mesin pencari Google menunjukkan, kata “seksama” ternyata lebih banyak digunakan jika dibandingkan dengan kata “saksama”.

Perbedaan penulisan kata “saksama” dengan “seksama” juga dapat dilihat pada naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Dalam versi tulisan tangan milik Soekarno, kata yang ditulis adalah “saksama”. Sementara, dalam versi ketikan Sayuti Melik, kata yang diketik adalah “seksama”.

Baca juga:  Arti dan Contoh Sikap Tawadhu
author
No Response

Leave a reply "‘Seksama’ dan ‘Saksama’, Mana yang Tepat?"