Studi Di Inggris : Pria Penyuka Wanita Kurus adalah Korban Televisi

Apakah Anda sependapat bahwa tubuh yang langsing itu lebih menarik? Jika ya, maka Anda mungkin termasuk salah satu orang yang menjadi korban Televisi.

Sebuah penelitian yang sangat menarik dilakukan oleh para peneliti di Newcastle University di . Dalam studi tersebut, mereka berusaha mencari perbedaan image ‘cantik’ dari kelompok yang jarang atau bahkan tak pernah menonton TV dengan yang sering menonton TV.  

www.nadyafashion.com

www.nadyafashion.com

 

Bukan suatu rahasia, bahwa Hollywood mematok kriteria kurus sebagai suatu hal yang ‘menarik’.  Sebuah studi yang diterbitkan oleh American Journal of Public Health di tahun 2003 menyebutkan, yang bertubuh tambun lebih jarang muncul di TV pada 10 tahun terakhir ini. Kalaupun ada, mereka cenderung dianggap kurang menarik. Parahnya lagi, beberapa stasiun televisi internasional dalam beberapa tahun belakangan sibuk menayangkan reality show yang mempromosikan program penurunan berat badan instan untuk mengubah nasib pesertanya, seperti yang dilakukan oleh “The Biggest Loser”.

Demi membuktikan dugaannya, para peneliti ini memutuskan untuk berkunjung ke sebuah desa kecil di pantai timur Nikaragua, tempat dimana hidup sangat jauh dengan televisi. Di desa terpencil ini, bahkan hanya sebagian kecil masyarakatnya saja yang dapat menikmati fasilitas listrik.

Para peneliti memulai aksinya dengan menunjukkan beberapa gambar wanita dengan berbagai ukuran tubuh pada subyek penelitian di desa tersebut. Subyek diminta memberi nilai 1-5 pada setiap gambar wanita yang dilihatnya. Respon mereka kemudian dibandingkan dengan hasil penelitian dengan subyek di perkotaan maupun tempat sejenis yang memiliki akses lebih pada televisi.

Hasilnya, rata-rata subyek penelitian dari desa terpencil tersebut cenderung lebih menyukai wanita yang memiliki indeks massa tubuh lebih tinggi, atau dengan kata lain lebih menyukai wanita-wanita bertubuh subur.

"Our data strongly suggests that access to televisual media is itself a risk factor for holding thin body ideals, at least for female body shape, in a population who are only just gaining access to television," ujar Dr Lynda Boothroyd, pemimpin penelitian sekaligus dosen psikologi senior di Universitas Durham, Inggris.

Pernyataan Dr Lynda Boothroyd tersebut jika diterjemahkan, kurang lebih sebagai berikut :

“Data kami menunjukkan dengan jelas bahwa akses ke media televisual merupakan faktor pembentuk utama dari anggapan tentang bentuk tubuh ideal yang cenderung kurus, setidaknya untuk bentuk tubuh perempuan, bahkan pada populasi yang baru saja mendapat akses ke televisi,"

Dengan kata lain, semakin sering kita menonton TV, makin besar kecenderungan kita untuk tertarik pada bentuk tubuh yang langsing.

Kesimpulannya, tidak ada faktor alami yang mendorong seseorang untuk lebih menyukai wanita yang langsing ketimbang yang bertubuh subur. Image tersebut, secara tidak sadar, telah kita bentuk sendiri.

Baca juga:  Kebijakan Islamophobia Donald Trump Adalah Hal Menggelikan
author
No Response

Leave a reply "Studi Di Inggris : Pria Penyuka Wanita Kurus adalah Korban Televisi"