Alternatif Pendidikan Anak, Apakah Homeschooling Mendapatkan Ijazah?

Alternatif Pendidikan Anak Homeschooling - www.99.co
Alternatif Pendidikan Anak Homeschooling - www.99.co

Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah homeschooling. Pola seperti ini semakin hari semakin diminati banyak orang tua di luar sana. Diklaim cocok bagi anak dengan tipe yang menginginkan metode belajar berbeda, yang memungkinkan mereka bebas bergerak dan berekspresi, sesuai dengan situasi yang mereka inginkan, ternyata homeschooling juga memberikan ijazah kepada yang sudah lulus atau tamat belajar.

Pengertian Homeschooling

Sebenarnya, tidak ada definisi tunggal mengenai homeschooling. Salah satu pengertian umum homeschooling adalah sebuah keluarga yang memilih untuk bertanggung jawab sendiri atas pendidikan anak-anak dan mendidik anaknya dengan berbasis rumah. Pada homeschooling, orang tua bertanggung jawab sepenuhnya atas proses pendidikan anak. Sementara, pada sekolah reguler, tanggung jawab itu didelegasikan kepada guru dan sekolah.

Melalui homeschooling atau sekolah rumah ini, para orang tua dapat menentukan sendiri sistem pengajaran yang tepat sesuai kemampuan, minat, serta gaya belajar anak mereka. Orang tua akan mendatangkan staf pengajar ke rumah untuk mengajari anak selayaknya seperti kurikulum formal. Hanya saja, metode homeschooling yang digunakan dikemas dengan gaya rumahan.

Dilansir dari Alodokter.com, di Indonesia, homeschooling sudah menjadi salah satu sistem pendidikan yang legal. Hal ini berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 129 tahun 2014, yang menyebutkan bahwa sekolah rumah atau homeschooling adalah proses layanan pendidikan secara sadar dan terencana dilakukan oleh orang tua/keluarga di rumah atau tempat dengan suasana kondusif.

Homeschooling ini menjadi pilihan karena beragam alasan, seperti kondisi medis tertentu sehingga anak tidak memungkinkan mengikuti sekolah formal, ketidakpuasan dengan metode pendidikan yang tersedia, dan keyakinan bahwa anak tidak dapat mengembangkan minat atau bakat dan kreativitas mereka dalam sekolah umum. Meski kebanyakan dilakukan di rumah, namun sebenarnya homeschooling dapat dilakukan di mana saja.

Alternatif Pendidikan Anak Homeschooling - hampsteadandfrognaltutors.org.uk
Alternatif Pendidikan Anak Homeschooling – hampsteadandfrognaltutors.org.uk

Kelebihan Homeschooling

  • Salah satu keuntungan homeschooling adalah fleksibilitas waktu belajar. Orang tua, anak, dan staf pengajar dapat saling merundingkan kapan waktu yang tepat untuk memulai belajar dan menentukan lama waktu belajar. Selain itu, orang tua juga dapat memilih jadwal mata pelajaran yang ingin dipelajari dalam satu hari.
  • Orang tua dan anak dapat bersama-sama menentukan sendiri topik, waktu, durasi hingga cara belajar yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan gaya belajar anak. Setiap anak memiliki bakat dan minat serta kemampuan mengolah informasi yang berbeda. Dengan homeschooling, metode belajar bisa lebih optimal untuk mengembangkan bakat setiap anak sesuai keinginan dan kemampuannya.
  • Dengan homeschooling, waktu anak untuk memperoleh istirahat akan lebih banyak dibandingkan rutinitas sekolah formal. Seperti diketahui, sekolah formal mengharuskan anak untuk datang lebih pagi dan terkadang pulang hingga sore, membuat waktu istirahat mereka menjadi berkurang. Anak yang memiliki waktu tidur kurang memungkinkan untuk ketiduran di kelas selama pelajaran berlangsung.
  • Orang tua dapat terus mengawasi proses pembelajaran dan pergaulan anak peserta homeschooling. Dengan begitu, anak dapat terhindar dari pergaulan bebas di masa pertumbuhannya.
  • Tidak seperti anak-anak yang mendapat pendidikan formal di sekolah pada umumnya, Anak homeschooling memiliki jadwal yang lebih fleksibel. Anak yang terdidik dengan homeschooling bisa mendapatkan ilmu pengetahuan dengan belajar di museum, perpustakaan, hingga di alam terbuka.

Ijazah Homeschooling

Jika homeschooling dilakukan di luar sekolah formal, apakah anak yang mengikuti pendidikan ini nantinya juga akan mendapatkan ijazah? Jawabnya adalah iya. Seperti dilansir The Asian Parent, homeschooling adalah pendidikan berbasis keluarga yang masuk dalam jalur pendidikan informal dan diatur keberadaannya dalam UU No. 20/2003. Sesuai dengan undang-undang yang ada, anak yang mengenyam pendidikan melalui sistem ini akan diakui layaknya mengikuti institusi pendidikan formal dan non-formal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan.

Anak-anak homeschooling dapat memperoleh ijazah dengan cara mengikuti ujian kesetaraan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Ujian Kesetaraan terdiri atas tiga jenjang, yaitu Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA). Dengan memiliki ijazah Paket C misalnya, seorang anak dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi manapun yang diinginkannya.

Alternatif Pendidikan Anak Homeschooling - www.99.co
Alternatif Pendidikan Anak Homeschooling – www.99.co

Untuk Ujian Paket A, mata pelajaran yang biasanya diujikan antara lain PKn, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Ilmu Pengetahuan . Sementara, materi Ujian Paket B mencakup Bahasa Indonesia, PKn, Matematika, Ilmu Pengetahuan , Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam, sedangkan Ujian Paket C mencakup Bahasa Indonesia, Matematika, PKn, Bahasa Inggris, dan mata pelajaran IPA (Kimia, Biologi, Fisika) atau IPS (Geografi, Sosiologi, ).

Anak-anak homeschooling bisa mengikuti Ujian Paket yang diselenggarakan oleh PKBM (Program Kelompok Belajar Mandiri), baik yang dikelola negeri maupun swasta. Awalnya, PKBM ini khusus dibuat bagi anak-anak putus sekolah yang ingin mengejar pendidikan formal melalui Ujian Paket A, B, atau C. Seiring dengan pertumbuhan pendidikan alternatif, salah satunya homeschooling, PKBM juga menerima anak-anak homeschooling untuk mengikuti ujian Paket (UNPK).

Selain itu, untuk mendapatkan ijazah, juga bisa dilakukan lewat sekolah payung atau umbrella school, yakni sekolah formal yang bersedia mewadahi anak-anak homeschooling untuk mengikuti Ujian Nasional di sekolahnya. Dengan catatan, anak homeschooling ini siap mengikuti ketentuan yang ditetapkan sekolah yang bersangkutan.

Namun, sebelum memutuskan untuk mendidik anak dengan cara homeschooling, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan orang tua. Pertama, apakah anak mereka cocok dengan homeschooling atau tidak, tujuan memberikan metode homeschooling pada anak mereka, serta fasilitas yang perlu dipersiapkan ketika memutuskan untuk menyelenggarakan homeschooling bagi buah hati.

Baca juga:  Biaya Kuliah Terbaru di Kampus ISTN Jakarta

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*