Arti dan Contoh Sikap Apriori

apriori - onisur.wordpress.com

Dalam kajian ilmu filsafat, kita tentu sudah sering mendengar tentang istilah “apriori”. Namun, tak banyak yang tahu apa “apriori” yang sebenarnya.

apriori - onisur.wordpress.com
apriori – onisur.wordpress.com

 

Apriori berasal dari bahasa Latin, “prius”, yang berarti unsur-unsur, dan “a” yang berati “tidak” atau “sebelum”. Jadi, apriori adalah unsur-unsur sebelum, yaitu sebelum bertemu dengan pengalaman. Unsur-unsur yang dimaksud di sini adalah kategori-kategori yang dimiliki yang dipakai untuk mengolah data inderawi sehingga menghasilkan pengetahuan yang sahih atau handal.

Menurut Kamus Besar Bahasa , apriori bisa diartikan sebagai berpraanggapan sebelum mengetahui (melihat, menyelidiki, dan sebagainya) keadaan yang sebenarnya. Dengan kata lain, apriori bermakna sebuah istilah yang dipakai untuk menjelaskan bahwa seseorang dapat berpikir dan memiliki asumsi tentang segala sesuatu, sebelum bertemu dengan pengalaman dan akhirnya mengambil kesimpulan.

Dulunya, istilah apriori sering digunakan oleh filsuf Immanuel Kant. Menurut Kant, apriori berangkat dari dugaan tanpa bergantung yang empiris atau pengalaman yang bisa ditangkap oleh inderawi. Istilah ini dipakai untuk menyatakan bahwa manusia sudah memiliki kesadaran dalam dirinya sebelum bertemu dengan pengalaman-pengalaman dalam lingkungan dan dunianya.

Kant menyatakan bahwa pengetahuan yang sahih bukan hanya bergantung dari pengamalan saja, sebab hal ini kurang logis berkenaan dengan waktu dan asal mula. Menurutnya, terdapat hal-hal yang selalu tidak bisa ditangkap dan dijelaskan oleh inderawi saja. Filsuf ini meyakini bahwa ada sesuatu yang menjadi “dalang” atas pikirannya.

Dalam perkembangannya, apriori diidentikkan dengan sikap tidak suka menerima dan mendengarkan kebenaran. Beberapa contoh sikap yang mencerminkan apriori di antaranya sikap acuh tak acuh terhadap pelanggan, sikap angkuh dan tidak sabar dalam menghadapi kolega, serta menganggap remeh rekan sebaya.

Lawan kata dari apriori adalah aposteriori. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah ini bisa diartikan sebagai anggapan setelah diketahui (dilihat, diselidiki, dan sebagainya) keadaan yang sebenarnya. Jadi, segala ungkapan atau pendapat  keluar setelah seseorang melakukan pengamatan melalui inderanya.

Baik apriori maupun aposteriori digunakan sebagai kata untuk memodifikasi kata benda pengetahuan. Namun, istilah apriori juga terkadang digunakan untuk memodifikasi nomina lain, seperti kebenaran.

Baca juga:  Mengenal PFOA, Zat Kimia Berbahaya pada Perabotan Anti-Lengket