Arti dan Keistimewaan “Astaghfirullah”

astaghfirullah - weheartit.com

Bagi umat Islam, bacaan Astaghfirullah atau Istighfar tentunya sudah tidak asing lagi di telinga. Selain dibaca setelah menunaikan ibadah salat, bacaan ini kerap disuarakan ketika seorang hendak mencegah dari melakukan perbuatan yang salah. Namun tahukah Anda, apa arti sebenarnya dari Astaghfirullah?

astaghfirullah - weheartit.com
astaghfirullah – weheartit.com

 

Astaghfirullah atau Istighfar berasal dari Arab yang bisa dimaknai sebagai tindakan meminta maaf atau ampunan kepada Allah SWT. Hal ini merupakan perbuatan yang dianjurkan dan penting dalam ajaran Islam. Tindakan ini secara harfiah dilakukan dengan mengulang-ulang perkataan dalam Arab, Astaghfirullah, yang berarti “Saya memohon ampunan kepada Allah”.

Dalam filosofi Islam, Astaghfirullah bermakna seseorang yang selalu memohon ampunan atas kesalahan dan terus berusaha untuk menaati perintah Allah dan tidak melanggarnya. Dalam Islam, ini tidak terletak pada pengucapannya, melainkan pada seberapa dalam seseorang yang beristighfar memaknai dan menghayati apa yang diucapkannya.

Dengan kata lain, Istighfar atau Astaghfirullah membuat seseorang agar terus mengingat Allah di saat ia tergoda untuk melakukan perbuatan dosa. Dan apabila telah melakukan dosa, maka Istighfar adalah titik baginya untuk bertekad tidak mengulangi perbuatannya tersebut.

Ada beberapa keistimewaan Istighfar atau Astaghfirullah. Dalam QS Nuh ayat 10-12, Allah berfirman “Mohonlah ampun (Istighfar) kepada Robbmu. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta dan -anakmu, dan mengadakan untuknya kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai”.

Sementara, menurut hadis riwayat Abu Dawud dan Nasa’i, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa barang siapa memperbanyak Istighfar, maka akan diberi kelapangan dalam setiap kesusahan dan jalan keluar dari kesempitan. Ia juga akan dianugerahi rezeki dari jalan yang tiada disangka-sangka.

Sementara itu, dalam hadis riwayat at-Tarmidzi, Nabi Muhammad SAW pernah berkata bahwa meski dosa-dosamu sebanyak buih , sebanyak butir pasir di padang pasir, sebanyak daun di seluruh pepohonan, atau seluruh bialangan jagad semesta, Allah SWT tetap akan selalu mengampuni, bila engkau mengucapkan doa sebanyak tiga kali sebelum engkau tidur, “Astaghfirullah al ‘Adzim al-Ladzii Laailaaha Illa Huwal Hayyul Qayyuumu wa Atuubu Ilaih”.

Baca juga:  Arti Hoax dan Contohnya