Arti dan Konsep Ora et Labora

ora et labora - www.haikudeck.com

Dalam pendidikan, kita tentu sering mendengar beberapa yang ditujukan sebagai penyemangat atau untuk motivasi dalam belajar. Dan, salah satu atau frasa yang sering disebutkan adalah Ora et Labora. Namun tahukah Anda, apa arti sebenarnya dari Ora et Labora ini?

ora et labora - www.haikudeck.com
ora et labora – www.haikudeck.com

 

Ora et Labora berasal dari Latin yang bila diterjemahkan ke Indonesia berarti berdoa dan bekerja (berdoa dan kerja tangan). Dalam mistisisme Kristen, frasa ini mengacu pada praktik monastic berdoa dan bekerja, yang umumnya terkait dengan penggunaannya dalam Peraturan Santo Benediktus.

Santo Benediktus memandang dan bekerja sebagai para mitranya, serta percaya akan perlunya memadukan kontemplasi (renungan) dengan tindakan. Frasa ini mengungkapkan kebutuhan untuk menyeimbangkan dan kerja dalam aturan-aturan monastic, serta telah digunakan dalam banyak komunitas keagamaan sejak Abad Pertengahan hingga saat ini.

Beberapa tarekat atau ordo menerapkan ini secara langsung dalam pekerjaan di bidang pertanian, serta menjadi suatu elemen dalam gerakan untuk melakukan reklamasi tanah dari ancaman pembusukan dan pembangunan pertanian di Eropa Barat. Tarekat lainnya, seperti Humiliati, menerapkan ini dalam produksi kain wol dengan menggunakan roda berputar pada periode sebelum Revolusi Industri.

Berdasarkan tersebut, konsep Ora et Labora bisa dimengerti sebagai ungkapan seseorang yang rendah hati, yang mau mengakui keterbatasan tangannya, keterbatasan kakinya, dan keterbatasan akal budinya. Ora et Labora adalah etos hidup bagi orang yang tidak berpangku tangan dan berdoa saja, karena Tuhan tidak bisa mengambil alih sepenuhnya yang menjadi tanggung jawab makhluk ciptaan-Nya.

Berdoa dan bekerja menjadikan energi kerja lebih berlipat ganda. Karena, kerja merupakan bagian dari doa jika dilakukan dengan kesadaran bahwa semua yang dikerjakan dalam hidup adalah sebagai ucapan syukur kepada sumber segala akal, daya, dan karsa manusia. Bekerja tanpa berdoa bagaikan tubuh tanpa jiwa, karena sebagaimana makanan, tubuh adalah empat sehat lima sempurna (jika ada), dan berdoa adalah makanan bagi jiwa.

Jadi, secara sederhana, jika Anda mau sukses, jangan melulu mementingkan bekerja. Tetapi, harus diimbangi dengan berdoa dan ingat kepada Sang Pencipta.

Baca juga:  Pengertian dan Kajian Terminologi