Arti, Dasar, dan Nilai Liberal (Liberalisme)

liberal - felixsiauw.com

Dalam banyak berita, baik di cetak, televisi, maupun internet, kita tentu sering mendengar atau membaca istilah liberal. Kata ini sering dijumpai di berbagai bidang, mulai hingga pemerintahan. Namun tahukah Anda, apa liberal sebenarnya?

liberal - felixsiauw.com
liberal – felixsiauw.com

 

Menurut Kamus Besar Indonesia, liberal secara sederhana bisa diartikan sebagai bersifat bebas atau berpandangan bebas (luas dan terbuka). Sementara secara detail, liberal bisa dimaknai sebagai sebuah ideologi pandangan filsafat dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah nilai politik yang utama.

Secara umum, faham liberal atau liberalisme memiliki suatu cita-cita masyarakat yang bebas, yang dicirikan oleh kebebasan berpikir masing-masing individu. Faham liberalisme ini menolak adanya pembatasan, khususnya dari maupun agama.

Ada tiga hal mendasar dari ideologi liberal, yaitu kehidupan (life), kebebasan (liberty), dan hak milik (property). Nilai-nilai pokok yang bersumber dari tiga nilai dasar liberal, antara lain:

  • Kesempatan yang sama (Hold the Basic Equality of All Human Being), bahwa manusia mempunyai kesempatan yang sama di dalam segala bidang kehidupan baik politik, sosial, ekonomi, dan kebudayaan.
  • Dengan adanya pengakuan terhadap persamaan manusia, maka dalam setiap penyelesaian masalah yang dihadapi, baik dalam kehidupan politik, sosial, ekonomi, kebudayaan, dan kenegaraan, dilakukan secara diskusi dan dilaksanakan dengan persetujuan untuk menghilangkan egoisme individu (Treat the Others Reason Equally).
  • Pemerintah harus mendapat persetujuan dari yang diperintah. Pemerintah tidak boleh bertindak menurut kehendaknya sendiri, tetapi harus bertindak menurut kehendak rakyat (Government by the Consent of The People or The Governed).
  • Hukum yang berjalan (The Rule of Law). Untuk menciptakan rule of law, harus ada patokan terhadap hukum tertinggi (undang-undang), persamaan di muka umum, dan persamaan sosial.
  • Individu merupakan pemusatan kepentingan (The Emphasis of Individual).
  • hanyalah alat (The State is Instrument), itu sebagai suatu mekanisme yang digunakan untuk tujuan-tujuan yang lebih besar dibandingkan itu sendiri.
  • Dalam liberalisme, tidak dapat menerima ajaran dogmatisme (Refuse Dogatism), yang disebabkan semua pengetahuan itu didasarkan pada pengalaman. Dalam pandangan ini, kebenaran itu adalah berubah.

Sistem liberal memang memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan. Kelebihan sistem liberal di antaranya, pengakuan terhadap persamaan individu, persaingan yang bebas sehingga menimbulkan kreativitas, hingga produksi barang yang didasarkan pada kebutuhan masyarakat. Sementara, kelemahan liberal adalah muncul kesenjangan yang besar antara si kaya dan si miskin, mengakibatkan monopoli dalam masyarakat, hingga kebebasan yang mudah disalahgunakan.

Baca juga:  Arti dan Sejarah Munculnya Istilah “Jayus”