Arti Referendum

Menurut Kamus Besar Indonesia, referendum adalah:

  1. penyerahan suatu masalah kepada orang banyak supaya mereka yang menentukannya (jadi, tidak diputuskan oleh rapat atau oleh parlemen)
  2. penyerahan suatu persoalan supaya diputuskan dng pemungutan suara umum (semua anggota suatu perkumpulan atau segenap rakyat)
  3. (secara fakultatif) tidak wajib meminta pendapat rakyat secara langsung (bergantung pada keputusan penguasa), misalnya dalam penetapan undang-undang.
  4. (obligator) kewajiban meminta pendapat rakyat secara langsung dalam mengubah sesuatu, misalnya terhadap  perubahan konstitusi

Berdasarkan definisi dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, maka secara singkat dapat disimpulkan bahwa arti referendum adalah suatu pemungutan suara semesta (orang banyak) untuk mengambil sebuah keputusan.referendum

Baca juga:  Ibtihaj Muhammad, Atlet Berhijab Pertama Asal Amerika di Olimpiade Rio 2016

Biasanya istilah referendum digunakan dalam proses pemungutan suara dalam bidang-bidang sosial dan politik, dalam kaitannya dengan pengambilan sebuah untuk orang-orang yang berhubungan dengan hasil keputusan tersebut.

Pada umumnya referendum terbagi menjadi dua jenis, yaitu referendum legislatif dan referendum semesta.

Referendum legislatif dilakukan apabila suatu adopsi atau perubahan/pembaharuan konstitusi atau undang-undang mewajibkan adanya persetujuan rakyat seluruhnya.

Referendum semesta adalah sebuah aksi referendum yang diselenggarakan berdasarkan kemauan rakyat, yang didahului oleh sebuah aksi demonstrasi atau petisi yang berhasil mengumpulkan dukungan mayoritas.

Referendum berasal dari bahasa Latin, juga disebut plebiscita yang berarti pemilihan langsung.

Referendum dalam kaitannya dengan pengambilan kebijakan untuk urusan Pemerintahan di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Tentang Referendum yang terdiri dari 3 bab dan 1 maklumat.

Baca juga:  Definisi dan Penggunaan Kata “Elegi”

Dalam konteks kenegaraan sebagaimana yang termaktub dalam Undang Undang Tentang Referendum, arti referendum adalah kegiatan untuk meminta pendapat rakyat secara langsung mengenai setuju atau tidak setuju terhadap kehendak Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk mengubah Undang-Undang Dasar 1945.

Undang-undang ini mengatur tentang beberapa hal sehubungan dengan proses referendum, seperti kedudukan pendapat rakyat, pihak-pihak yang memiliki hak dalam referendum, mekanisme referendum, daerah referendum, rentang waktu pelaksanaan referendum, pelaksanaan referendum, penunjukan badan-badan pelaksana referendum oleh presiden, dan lain sebagainya.