Bandar Udara Biak

Bandar Udara Biak berlokasi di Biak, Kabupaten Biak Numfor, Papua. Bandar Udara Biak memiliki nama Bandar Udara Frans Kaisiepo.

Pada masa penjajahan belanda, Bandar Udara Biak menjadi markas pusat penerbangan pihak Belanda. Pada masa pembebasan Irian Barat, ini juga menjadi pangkalan utama segala penerbangan menuju Biak.bandar-udara-biak

Landasan pacu di Bandar Udara Internasional Frans Kaisiepo Biak adalah landasan Pacu peninggalan Belanda yang masih dipertahankan struktur dasarnya. Landasan pacu di Bandar Udara Biak hanya mengalami perbaikan-perbaikan selama masa operasionalnya hingga saat ini.

Saat ini Bandar Udara Biak berada di bawah PT. Angkasa Pura I.

Bandar udara ini menempati posisi keempat sebagai bandara dengan landasan pacu terpanjang di Indonesia. Setelah Bandar Udara Hang Nadim di Batam, Bandar Udara Internasional Kualanamu di Medan, dan Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta di .

Baca juga:  Bandar Udara Banjarmasin: Syamsudin Noor

Frans Kaisiepo Internasional Airport berada di ketinggian 14 meter di atas permukaan laut. Bandara ini berstatus sipil yang melayani rute-rute penerbangan domestik dan internasional setiap harinya.

Rute-rute yang dilayani oleh Bandara Biak diantaranya adalah Jakarta – Biak, Jayapura – Biak, Makassar – Biak, Nabire – Biak, Manokwari – Biak, dan Serui – Biak.

Maskapai-maskpai domestik yang melayani penerbangan dari dan ke Biak antara lain adalah Garuda Indonesia, Susi Air, dan Sriwijaya Air.

Untuk rute penerbangan internasional, jalur yang sudah beroperasi adalah Biak – Thailand, Biak – Australia, Biak – Jepang, Biak – Korea Selatan, dan Biak – Tiongkok.

Rute internasional ini sempat vakum sejak tajun 1998 karena krisis yang melanda Indonesia. Rute internasional dari dan ke Bandar Udara Internasional Frans Kaisiepo Biak mulai dibuka kembali tahun 2014 yang lalu.

Baca juga:  Biaya Kuliah Universitas Trilogi

yang disediakan oleh Frans Kaisiepo Internasional airport adalah tempat parkir, ruang tunggu pengantar dan penjemput di kedua terminal domestik dan internasional, ruang check in di kedua terminal domestik dan internasional, outlet-outlet maskapai, FIDS system, bagasi, mesin-mesin ATM, cafetaria, dan toilet umum yang bersih.