Definisi dan Contoh Penyusunan Biaya Dibayar di Muka

Dalam dunia ekonomi dan , menjadi salah satu kegiatan pokok. Salah satu hal penting dalam adalah pembayaran di muka atau prepaid expenses.

Menurut Kamus Bahasa , biaya dibayar di muka atau prepaid expenses adalah pengeluaran yang dibayarkan untuk keperluan dalam tahun buku mendatang. Atau bisa dikatakan, biaya dibayar di muka adalah biaya-biaya yang belum merupakan kewajiban untuk membayarnya pada periode bersangkutan, tetapi sudah membayarnya terlebih dahulu.dibayar-dimuka

Biaya dibayar di muka belum merupakan beban perusahaan untuk periode yang bersangkutan. Dengan lain, pengeluaran tersebut belum merupakan biaya dalam tahun buku berjalan. Karena itu, jumlah yang dibayarkan tersebut merupakan uang muka dan termasuk dalam Aktiva Lancar (current assets).

Jenis-jenis biaya dibayar di muka antara lain:

  • Biaya sewa dibayar di muka (prepaid rent), yang meliputi biaya sewa gedung kantor dibayar di muka dan biaya sewa kendaraan dibayar di muka.
  • Biaya asuransi dibayar di muka (prepaid insurance).
  • Biaya gaji dibayar di muka (prepaid salaries).
  • Biaya bunga dibayar di muka (prepaid interest).
  • Pajak Penghasilan (PPh) dibayar di muka, meliputi PPh Pasal 21, Pasal 22, Pasal 23, Pasal 24, dan Pasal 25.
  • Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dibayar di muka.

Dalam Akuntansi, pencatatan biaya dibayar di muka dapat dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu pendekatan neraca (pendekatan harta) dan pendekatan laba-rugi (pendekatan beban). Jika suatu perusahaan sejak awal melakukan pencatatan biaya dibayar di muka dengan pendekatan laba-rugi maka seterusnya harus konsisten, begitu juga sebaliknya.

Misalnya, jika Salon Zhafira pada bulan Juni 2014 membayar premi asuransi dengan tunai untuk 12 bulan senilai Rp12.000.000, maka jurnal umum yang harus dibuat berdasarkan pendekatan neraca adalah:

(Db) Asuransi dibayar di muka    Rp12.000.000

(Kr) Kas                Rp12.000.000

Sementara, pencatatan jurnal umum dengan pendekatan neraca laba-rugi adalah:

(Db) Beban asuransi    Rp12.000.000

(Kr) Kas            Rp12.000.000

Setelah membuat jurnal umum, maka disusunlah jurnal penyesuaian pada bulan Desember 2014  dengan pendekatan neraca:

Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debit Kredit
31/12/2014 Beban Asuransi Rp7.000.000
     Asuransi dibayar di muka Rp7.000.000

 

Baca juga:  Produk Kualitas KW, Apa Artinya?

Asuransi dibayar di muka Salon Zhafira dari bulan Juni hingga Desember 2014 telah berkurang Rp7.000.000 karena jasa asuransi telah dinikmati selama tujuh bulan. Perhitungannya adalah 7/12 x Rp12.000.000 = Rp7.000.000.

Adapun penyusunan jurnal penyesuaian biaya dibayar di muka dengan pendekatan laba-rugi adalah:

Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debit Kredit
31/12/2014 Asuransi dibayar di muka Rp5.000.000
     Beban Asuransi Rp5.000.000

Beban asuransi Salon Zhafira dari bulan Juni hingga Desember 2014 yang diakui sebesar Rp7.000.000. Sementara, dalam jurnal umum telah tercatat Rp12.000.000, sehingga agar penyusunan laporan laba-rugi dapat melaporkan bahwa beban asuransi Rp7.000.000, maka harus dilakukan penyesuaian dengan cara kredit beban asuransi sebesar Rp5.000.000.