Jenis-Jenis Pohon Kopi Hijau Di Indonesia Beserta Keunggulannya

Pohon Kopi Hijau Arabika - pixabay.com
Pohon Kopi Hijau Arabika - pixabay.com

Ada banyak sekali jenis pohon kopi di Indonesia yang saat ini tengah dikembangkan menjadi penghasil biji kopi hijau. Dan pohon kopi dengan penghasil biji kopi hijau ini disebut dengan pohon kopi hijau. Melalui perkembangannya, ada beberapa jenis pohon kopi pilihan yang dapat menghasilkan biji kopi hijau berkualitas dan kaya akan .

Pohon Kopi Hijau Arabika

Kopi Arabika atau dalam latinnya yaitu Coffea Arabica, merupakan salah satu jenis pohon kopi yang sangat banyak disukai untuk diproses menjadi kopi hijau. Hal ini karena pohon kopi Arabika sendiri memiliki biji kopi dengan rasa paling baik dan aroma harum paling enak menurut para ahli kopi. Selain karena rasa dan aroma biji kopi, untuk pohon kopinya sendiri dapat tumbuh di ketinggian mulai dari di atas 800 mdpl sehingga banyak sekali petani kopi dataran rendah maupun tinggi senang membudidayakannya.

Namun perlu Anda ketahui pula bahwa pohon kopi ini sangat rentan terhadap penyakit HV jika ditanam di ketinggian kurang dari 800 mdpl. Untuk menghasilkan biji kopi hijau yang berkualitas, maka dalam menanam pohon kopi arabika harus ditanam dengan memperhatikan syarat penanaman pohon kopi arabika. Penanaman yang tepat yaitu ditanam pada saat suhu udara menginjak 16C hingga 20C.

Adapun hal yang sering dilakukan oleh petani kopi arabika saat memanen biji kopi hijau pada pohon kopi yaitu dipanen pada saat bulan kering pada bulan ke-1 atau ke-2 setiap tahunnya. Sedangkan jika para petani ingin memproduksi kopi hitam biasa, biji mulai dapat dipanen pada bulan ke-3 setiap tahunnya. Untuk biji kopi hijau pada pohon arabika baru bisa dipanen saat pohon sudah berusia 4 tahun.

Adapun ciri dari buah kopi siap panen untuk diolah menjadi biji kopi hijau yaitu ketika buah kopi sudah memiliki semburat kemerahan ataupun sudah berwarna merah terang. Untuk memanennya pun harus sesegera mungkin agar biji kopi tidak rontok sehingga mutu dan kualitasnya akan tetap tinggi. Buah kopi arabika yang telah dipanen harus segera dijemur dan dipisahkan dari kulit buahnya, setelah itu tanpa melalui pembakaran atau roasting maka biji kopi hijau dari pohon kopi arabika siap untuk dikonsumsi.

Pohon Kopi Hijau Arabika - pixabay.com
Pohon Kopi Hijau Arabika – pixabay.com

Pohon Kopi Hijau Robusta

Adapun jenis pohon kopi yang tak kalah banyak ditanam oleh petani kopi yaitu jenis Pohon Kopi Robusta atau dalam bahasa ilmiah juga disebut dengan Coffea Canephora. Selain juga banyak ditanam oleh petani kopi, buah kopi dari pohon ini juga sangat baik dalam menghasilkan jenis kopi hijau yang saat ini sedang naik daun di pasaran.

Berbeda dengan jenis Arabika, jenis Robusta lebih toleran terhadap ketinggian lahan budidaya di mana jenis pohon kopi ini dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 400-800 mdpl. Dan untuk menghasilkan olahan kopi hijau, maka pohon kopi robusta perlu ditanam pada suhu 21C hingga suhu maksimal yaitu 24C. Dengan memperhatikan suhu dan ketinggian lahan tanam, dapat disimpulkan pula bahwa pohon kopi Robusta ini sangat cocok untuk ditanam di dataran rendah.

Adapun keunggulan lain dibanding dengan kopi Arabika, menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh dinas pertanian, jenis kopi robusta lebih cepat berbunga dibanding dengan Arabika. Sehingga masa panen buah kopi pun lebih cepat yaitu dimulai pada saat pohon kopi sudah berusia 2,5 tahun dengan jumlah produktivitas biji kopi lebih tinggi secara rata-rata dibanding Arabika.

Walaupun begitu, adapun syarat panen yang harus dipenuhi oleh para petani kopi jika ingin mengolah biji kopi robusta menjadi biji kopi hijau yaitu dengan memperhatikan kelayakan buah kopi saat panen. Ciri dari buah kopi robusta siap panen yaitu memiliki bentuk bulat dan cenderung berwarna merah gelap. Untuk memanennya pun tidak perlu tergesa karena buah kopi robusta tidak akan jatuh dari tangkainya, berbeda dengan buah kopi arabika.

Setelah buah kopi robusta dipanen, untuk diolah menjadi kopi hijau harus disortir dan dipisahkan dari kulitnya terlebih dahulu. Biji kopi yang sudah dipisahkan lalu dijemur dan tanpa melalui proses pembakaran akan diolah menjadi biji kopi hijau siap .

Pohon Kopi Hijau Robusta - pixabay.com
Pohon Kopi Hijau Robusta – pixabay.com

Pohon Kopi Hijau Liberika

Selain jenis Arabika dan Robusta yang sangat terkenal di kalangan , ada salah satu jenis pohon kopi penghasil kopi hijau yang sangat unik yaitu pohon kopi Liberika. Adapun dalam Bahasa Latin juga disebut dengan Coffea Liberica. Pohon kopi hijau satu ini terbilang unik karena bisa tumbuh pada dataran terendah di mana jenis Arabika dan Robusta tidak dapat tumbuh.

Selain itu, jenis pohon kopi ini juga paling tahan terhadap penyakit HV dibanding dengan jenis pohon kopi Arabika maupun Robusta. Selain keunggulan tersebut, tampaknya jenis pohon kopi ini juga memiliki ukuran pohon lebih besar. Sayangnya untuk kualitas biji terbilang lebih rendah dibanding dengan Arabika maupun Robusta.

Tidak banyak petani menanam jenis pohon kopi Liberika karena kualitas buah yang dihasilkan. Walaupun begitu jika buah kopi disortir menurut ukuran maka ditemukan sekitar 50% buah kopi berukuran lebih besar dengan biji kopi lebih besar dibanding Arabika dan Robusta.

Kopi jenis ini paling banyak ditemui di daerah sekitar Lampung, dan untuk menghasilkan biji kopi hijau maka para petani Liberika harus menyortir terlebih dahulu untuk mendapatkan biji kopi Liberika berkualitas tinggi dan layak diolah.

Itulah beberapa jenis pohon kopi hijau yang dapat menghasilkan biji kopi hijau berkualitas dan sangat banyak digemari oleh masyarakat Indonesia saat ini.

Pohon Kopi Hijau Liberika - www.bukalapak.com
Pohon Kopi Hijau Liberika – www.bukalapak.com
Baca juga:  Deutsche Bank, Bank Global Jerman yang juga hadir di Indonesia