Machu Picchu, ‘Kota Hilang’ Suku Inca yang Tak Pernah Rampung Dibangun

Machu Picchu merupakan salah satu situs bersejarah peninggalan suku Inca yang terletak di Lembah Urumbaba, sekitar 70 Km di barat laut Cusco, Peru. Machu Picchu diperkirakan telah berdiri sejak tahun 1450 dan ditetapkan sebagai salah satu situs warisan budaya oleh UNESCO di tahun 1983. Machu Picchu telah dideklarasikan sebagai Historical Sanctuary oleh negara Peru pada tahun 1981.machu-picchu

Kata ‘Machu Picchu’ berasal dari Quechua yang memiliki ‘gunung tua‘ atau ‘Kota Inca yang hilang‘. Hal ini tak lain karena Machu Picchu yang berdiri di ketinggian 2430 mdpl, di wilayah pegunungan Andes ini, hanya tinggal tersisa berupa reruntuhan bangunan.

Di abad ke-15, Raja terakhir Inca, Atahualpa, terbunuh oleh penjelajah asal Spanyol yang bernama Francisco Pizzaro. Peristiwa ini mengawali masa berkuasanya Spanyol di area tersebut. Ketika bangsa Spanyol berhasil menakhlukkan kerajaan Inca, situs bersejarah ini praktis terabaikan oleh dunia . Pembangunan Machu Picchu yang belum selesai sepenuhnya juga terhenti akibat serangan bangsa Spanyol tersebut.

Popularitas Machu Picchu baru terangkat kembali setelah ditemukan oleh seorang arkeolog asal Universitas Yale yang bernama Hiram Bingham pada tahun 1911. Sejak saat itu, Machu Picchu tah pernah sepi dari kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara. Meski keberadaan Machu Picchu telah diketahui sejak lama oleh penduduk lokal, banyak pihak menganggap Hiram Bingham lah yang menemukan situs bersejarah ini karena Ia mengukir namanya di Machu Picchu.

Machu Picchu dibangun dengan gaya Inca kuno menggunakan tembok batu berpelitur. Situs bersejarah ini awalnya dibangun sebagai sebuah benteng pertahanan, namun pada perjalanannya, fungsi Machu Picchu bergeser sebagai ibu kota suku Inca.

Machu Picchu memiliki beberapa bangunan utama, diantaranya Kuil Matahari (Temple of Sun), Intihuatana, dan Ruang 3 Jendela (Room of the Three Windows). Selain itu, Machu Picchu masih memiliki sekitar 170 bangunan yang masing-masing mengusung bentuk dan fungsi berbeda. Luas keseluruhan area Machu Picchu mencapai 325.92 Km2 dan memiliki konstruksi bangunan yang cukup unik. Sebagian besar batu-batu konstruksi bangunan Machu Picchu memiliki berat lebih dari 50 ton. Batu-batu besar tersebut hanya dipotong dan ditumpuk sesuai dengan ukuran dan rancangan bangunan, dikarenakan belum ada semen pada jaman tersebut.

Kerajaan Inca sendiri terdiri dari banyak suku. Terdapat lebih dari 700 bahasa lokal yang digunakan oleh Inca, meski begitu, mereka menggunakan bahasa Quecha sebagai bahasa resmi kerajaan. Masyarakan kerajaan Inca melakukan pemujaan pada dewa-dewa, dengan dewa Matahari sebagai dewa utama mereka.

Baca juga:  Fakta Tersembunyi Tentang Bahtera Nuh