Makna Kata Arkais dan Contohnya

Yunani - wellawellu.blogspot.com

Bagi generasi muda masa kini, mungkin masih sangat asing dengan arkais. Kata-kata ini memang sudah jarang digunakan pada saat ini. Namun, jika mau menengok sejenak ke belakang, kata arkais bisa ditemukan pada pantun-pantun lama.

Yunani - wellawellu.blogspot.com
Yunani – wellawellu.blogspot.com

 

Menurut Kamus Besar Indonesia, arkais bisa diartikan sebagai sesuatu hal yang berhubungan dengan masa dahulu atau berciri kuno, tua. Arkais juga bisa berarti tidak lazim digunakan lagi (tentang kata), atau sudah ketinggalan zaman. Kata arkais sendiri berasal dari Yunani. Kata ini menjadi awalan beberapa istilah seperti arkeologi atau arketipe.

Meski sudah jarang ditemui, namun penggunaan kata-kata arkais ini masih dilakukan dalam beberapa karya sastra kontemporer. Pengarang seperti Berny Arnas dan Guntur Alam masih sering menggunakan kata-kata arkais dalam karya-karya mereka. Penggunaan kata-kata arkais ini, terutama dalam karya sastra, setidaknya menghidupkan dan mengenalkan kembali kekayaan kosakata bahasa Indonesia.

Untuk lebih mengenal bentuk-bentuk kata-kata arkais, dapat dilihat pada kalimat “Lelaki yang kepalanya dipenuhi api itu ingin mengasam pemuda yang merengap tak karuan di depan hidungnya”. Dalam kalimat tersebut, terdapat dua kata arkais, yaitu “mengasam” dan “merengap”. Kedua kata ini memang sudah jarang didengar di era sekarang, baik dalam karya sastra kontemporer maupun ragam bahasa resmi.

Kata “mengasam” berasal dari bentuk dasar “kasam” yang berarti membalas dendam. Sementara, kata “merengap” memiliki mengap-mengap, mengah-mengah, lelah, dan lain sebagainya. Berikut beberapa contoh kata-kata arkais yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.

  • ahkam = hukum, undang-undang
  • anggara = buas, liar
  • anju = percobaan hendak melangkah, melompat, ancang-ancang
  • bad = angin
  • bagul = menggendong, mendukung
  • bahalan = bengkak bernanah pada selangkangan
  • balabad = atas angin, angin darat, angin pegunungan
  • banang = besar pada jenisnya
  • bedegap = kuat, tegap
  • begu = hantu hutan
  • belabas = kain sutra berbenang emas
  • belangah = terbuka lebar-lebar; ternganga; menganga
  • belu belai = 1. banyak mulut; cerewet 2. kata-kata lembut dan manis
  • bembarap = tandu untuk mengangkat orang
  • bengah = 1. dalam keadaan duduk dengan menegakkan badan dan kepala; 2. sombong; angkuh; pongah
  • benyai = terlalu lembek; terlalu lunak (seperti nasi yang terlalu banyak airnya)
  • berenggil = menonjol (tersembul) ke luar (seperti mata kepiting, biji jambu monyet)
  • berus/memberus = sikat/menyikat
  • bocok = kelambu penutup buaian bayi
  • bokoh = lemah; lembek
  • bungar = pertama kali keluar (tentang telur, buah, bunga, dan sebagainya)
  • buar= suka menghamburkan uang; boros; royal
  • bungkas = terjungkit pada ujungnya atau pada pangkalnya
  • boyas = buncit; gendut
  • bungsil = putik nyiur; mumbang
  • buntal = gembung; buncit
  • buldan = negeri; kota
  • bujut = kusut (benang, rambut, dan sebagainya)
  • cabar = 1. hilang dayanya; tidak manjur (tentang guna-guna dsb.); 2. tawar tentang hati, keberanian) 3. kurang ingatan; lalai; lengah; 4. kurang (tidak) hemat
  • cacil = amat kecil (jika dibandingkan dengan pasangannya atau yang lainnya)
  • caduk (mencaduk) = mengangkat atau menaikkan (kepala, ujung belalai, dsb.)
  • cagut (mencagut) = memagut; mencatuk; mematik
  • caring (mencaring)= melanggar (hak)
  • celapak (mencelapaki) = mengangkangi
  • celih = malas-malas; segan-segan
  • celuk = 1. memasukkan tangan untuk mengambil sesuatu; 2. mencopet; mencuri
  • cempelik = permainan judi dengan dua keping mata uang yang dilemparkan ke atas
  • cempera (bercempera) = pecah belah; berhamburan; bercerai-berai
  • cempiang = pendekar; jagoan
  • cengis = berbau sangat sangit
  • cerabih (mencerabih) = bercakap-cakap tidak keruan; banyak omong; berseloroh
  • ceratai (mencerataikan) = menceritakan (mempercakapkan dengan ramai
  • cerling = melihat ke sebelah kanan atau kiri; menjeling; mengerling
  • cerut = membelit (mengikat dsb.) erat-erat (seperti ular besar membelit mangsanya)
  • cetai (bercetai-cetai) = robek panjang di beberapa tempat (tentang kain dsb.); cabik-cabik; koyak-koyak;
  • cicik = jijik
  • cilap = kelip; kedip
  • cogok (tercogok) = tertegak; terconggok
  • cola cala = bercakap (bercerita) yang bukan-bukan; beromong kosong; membual
  • colang-caling = tidak teratur; tidak keruan
  • comor = kotor sekali
Baca juga:  Pengertian dan Macam Literatur