Menengok Serunya Kegiatan Ospek di Luar Negeri

Siapa yang belum pernah mengikuti Ospek atau kegiatan orientasi di sekolah maupun kampus? Kegiatan ini tak pernah terlewat untuk dilaksanakan tiap tahun ajaran baru dengan tujuan awal untuk memperkenalkan junior pada suasana lembaga pendidikan yang baru, sekaligus mempererat hubungan antara junior dengan senior. Tujuan awalnya sih begitu, tapi kenyataan yang berlaku di lapangan justru sebaliknya.ospek-di-jerman

Kegiatan Ospek pasti meninggalkan kesan mendalam. Saking dalamnya, tak akan pernah terlupakan bahkan sampai lulus kuliah. Kelelahan, tugas yang menumpuk, membawa perbekalan ‘langka’, berdandan ala orang gila, adalah hal yang sepertinya lumrah terjadi pada aktifitas Ospek di Indonesia.

Miris memang, apalagi kalau dibandingkan dengan masa orientasi di luar negeri. Sementara baru di universitas luar negeri enak-enakan makan dan berjalan-jalan keliling kampus dengan seniornya, baru di sini malah harus rela diperintah untuk melakukan hal-hal memalukan yang bisa dikatakan tidak bermanfaat sama sekali.

Baca juga:  Pengertian, Ciri, Unsur, dan Contoh Hikayat

Bagi Anda yang penasaran tentang seperti apa gambaran Ospek di luar negeri, kali ini akan kita tengok bersama contoh kegiatan Ospek di beberapa negara.

Belanda

Ospek di Belanda disebut ‘introduction week’. Jadi, selama seminggu, para mahasiswa baru akan diajak berjalan-jalan menuju tempat bersejarah di lingkungan kampus. Malamnya, mereka diajak makan malam di rumah senior sesuai kelompoknya masing-masing. Bagi mahasiswa asing, mereka akan diajak untuk mengenal Belanda.

Jerman

Kegiatan Ospek di Jerman terkenal dengan prinsip formal, efektif, dan efisien. Namun, para senior berusaha membuat acara Ospek menjadi tetap menyenangkan. Kegiatan orientasi biasanya hanya dilakukan selaa 2-3 hari karena pihak kampus tidak ingin membuang-buang waktu.

Baca juga:  Kebiasaan Unik Masyarakat Abad Pertengahan di Eropa

Awalnya mahasiswa baru akan disambut oleh Pembantu Rektor bidang akademik ataupun Dekan Fakultas, kemudian mereka diikutsertakan dalam kegiatan Tour de Campus untuk mengenalkan fasilitas kampus. Serunya, kegiatan ini dikemas dalam sebuah permainan dan kegiatan menyenangkan lainnya seperti Barbeque Party di taman kampus atau Welcoming Party di sebuah klub.

Amerika Serikat

Kampus-kampus di AS biasanya akan membagi jadwal Ospek menjadi beberapa gelombang. Mahasiswa baru akan dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dan diajak untuk terlibat dalam berbagai kegiatan seperti diskusi, bermain game, dan jalan-jalan di sekitar kampus. Bagi yang menyukai olahraga pemacu adrenalin, panitia ospek juga menyediakan berbagai pertandingan seperti basket, panjat tebing, atau arung jeram.

Di Jepang, hubungan antara senior dan Junior memang sangat terlihat. Bedanya, para senior bukan membentak-bentak juniornya, tapi malah membantu mereka untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.

Baca juga:  Sambel Penyet Mak Yeye, Menu Makan Malam Pedas Pilihan di Surabaya

Ambil saja contoh di Jichi Medical University Jepang (JMU). Di kampus ini, semua mahasiswa mulai dari tahun 1 sampai tahun 6 tinggal di dormitory yang sama. Junior yang baru masuk dibagi menjadi kelompok kecil yang masing-masing didampingi oleh senior pendamping. Senior pendamping memiliki tugas untuk memberitahu dan mengajari junior tentang segala hal yang berkaitan dengan kehidupan di kampus.

Thailand

Negara sekelas Thailand pun memberlakukan kegiatan Ospek yang lebih beradab dari Indonesia. Di Thailand, Ospek disebut ‘Rapnong’ yang artinya sambutan mahasiswa baru. Kegiatan Rapnong di kampus-kampus Thailand berfokus pada adaptasi kampus, acara sosial, rekreasi, serta mengakrabkan mahasiswa baru dengan para dosen di sana.