Pendidikan dalam bidang kedokteran umumnya memiliki program spesialisasi tertentu, salah satunya adalah pendidikan spesialis kulit dan kelamin.
Seorang dokter dengan spesialisasi pendidikan tersebut dapat membuka praktik, bekerja pada instansi tertentu, ataupun bekerja pada klinik-klinik kecantikan.
Dokter yang telah menyelesaikan pendidikan spesialis dengan yang belum menyelesaikan tentunya akan memiliki cakupan wilayah kerja yang berbeda.
Bagi yang telah menempuh pendidikan, pastinya akan ada gelar khusus seperti SpKK, SpDV, maupun SpDVE yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi Anda. Lantas apakah beda SpDV dan SpKK? Yuk simak jawabannya di bawah ini.
Perbedaan SpDV dan SpKK
Seorang dokter umumnya harus menempuh pendidikan sekitar 12 tahun lamanya untuk bisa memperoleh skill dan kompetensi dalam bidang spesialisnya, tidak terkecuali bagi dokter spesialis kulit dan kelamin.
Selesainya program pendidikan spesialis tersebut akan ditandai dengan gelar berupa SpKK maupun SpDV.
Meskipun sebagian orang mengatakan bahwa jenis gelar tersebut sama saja, namun tentu ada perbedaan antara keduanya.
SpKK sendiri adalah singkatan dari Spesialis Kulit dan Kelamin, SpDV adalah Spesialis Dermatologi dan Venereologi, dan SpDVE adalah Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika.
Meskipun ada beda SpDV dan SpKK dari segi gelar dan singkatan, namun gelar ini memiliki posisi yang sama sebagai gelar resmi untuk lulusan dokter spesialis kulit dan kelamin. Perbedaan mendasarnya hanya terletak pada waktu pemberlakuan gelarnya saja.
Jika dokter spesialis ini adalah lulusan tahun 2019 dan sebelumnya, maka gelar yang akan dicantumkan di ijazahnya adalah SpKK. Sementara gelar SpDV baru diberikan pada lulusan dokter spesialis tahun 2019 hingga 2022. Gelar terbaru yaitu SpDVE merupakan gelar untuk lulusan tahun 2022 hingga setelahnya.
Meskipun berbeda nama dan peresmiannya, namun masing-masing gelar ini merujuk pada kompetensi spesialis yang sama.
Hanya saja, secara tidak langsung kita dapat mengetahui bahwa beda SpDV dan SpKK akan menunjukkan lulusan dokter mana yang lebih senior dibanding yang lainnya.
Beda Dokter Kulit dan Dokter Kecantikan
Jika beda SpDV dan SpKK hanya terletak pada perubahan namanya saja, SpDVE cenderung memiliki perbedaan yang agak berbeda. Di mana pada gelar terbaru ini, terdapat penambahan istilah Estetika di belakangnya. Hal ini diperuntukkan kepada dokter yang ingin berfokus di bidang kecantikan.
Seorang dokter yang telah menyelesaikan studi spesialisnya secara resmi dan mendapatkan salah satu dari ketiga gelar tersebut, nantinya dapat bekerja pada instansi-instansi tertentu ataupun dapat membuka klinik kesehatan atau kecantikan tersendiri.
Sementara bagi seorang dokter yang memiliki minat pada bidang kecantikan atau estetika namun belum pernah mengikuti pendidikan spesialis resmi, maka ia dapat mengikuti program-program pelatihan khusus, seperti kursus, seminar, ataupun secara otodidak melalui platform tertentu.
Dokter-dokter non spesialis tanpa gelar tersebut mungkin saja dapat dijumpai di klinik-klinik kecantikan tertentu dengan sebutan dokter kecantikan. Namun ada baiknya Anda tetap harus memastikan bahwa dokter tersebut memiliki kompetensi yang layak diandalkan di bidang terkait.
Hal inilah yang membedakan antara dokter kulit dan dokter kecantikan tersebut. Seorang dengan sebutan dokter kulit dan telah memiliki gelar SpKK, SpDV, ataupun SpDVE sudah dipastikan telah memiliki kompetensi yang layak di bidang kulit, kelamin, hingga estetika.
Berbeda tentunya dengan dokter kecantikan yang sering ada di klinik-klinik kecantikan, beberapa dari mereka bisa jadi belum bergelar spesialis atau belum sempat mengikuti program pendidikan spesialis yang resmi.
Bukan tidak mungkin hal tersebut banyak terjadi, sebab untuk memperoleh gelar spesialis ini tentu bukan hal yang mudah dan sebentar.
