Pesawat Milik Mitsubishi, Mulai Jet Tempur hingga Pesawat Komersial

pesawat mitsubishi f-1 - id.wikipedia.org

Jika kita menyebut nama Mitsubishi, pikiran kita tentu langsung terlintas pada -produk atau perangkat . Memang, pendapat tersebut tidak salah. Namun ternyata, tak cuma transportasi darat, perusahaan asal Jepang itu juga mengembangkan alat transportasi lainnya, yaitu terbang.

pesawat mitsubishi f-1 - id.wikipedia.org
pesawat mitsubishi f-1 – id.wikipedia.org

 

Tercatat, Mitsubishi Heavy Industries (MHI) pernah bekerja sama dengan Fuji Heavy Industries untuk mengembangkan sebuah pesawat tempur F-1. Pesawat tempur Mitsubishi F-1 ini similar dengan pesawat Jaguar, dan merupakan versi tempur dari pesawat T-2 trainer. Kokpit belakang T-2 diubah menjadi tempat bahan bakar. Modifikasi lain termasuk penambahan dua tiang sayap dan tiang bodi pesawat serta meriam Vulcan 20mm beserta sistem avionic baru.

Lalu, pada tahun 1996, MHI kembali memproduksi pesawat jet model F-2 untuk kepentingan Angkatan Udara Bela Diri Jepang. Bekerja sama dengan Lockheed Martin, 76 unit pesawat pertama memasuki pada tahun 2008 dengan kontrak total 94 air-frames. Sebelumnya, pada tahun 2005, Departemen Pertahanan mengubah kategori pesawat ini dari Fighter Dukungan menjadi Fighter.

Pesawat tempur yang dihadirkan untuk menggantikan posisi Mitsubishi F-1 yang menua ini memiliki performa yang setara dengan F-16. Namun, biaya pembuatan pesawat ini lebih mahal dibandingkan F-16 atau setara dengan F-15.

Seperti halnya Sukhoi milik Rusia, Mitsubishi F-2 ini dibuat dalam dua versi, yakni tempat duduk tunggal (F-2A) dan tempat duduk tandem (F-2B). Pembuatan Mitsubishi F-2 ini juga melibatkan Kawasaki yang bertanggung jawab untuk konstruksi bagian tengah badan pesawat, termasuk pintu, roda utama, dan mesin. Sementara, Mitsubishi bertanggung jawab untuk bagian depan, sayap, dan struktur lower-wing box.

Selain pesawat tempur, Mitsubishi juga mengembangkan pesawat penumpang yang diberi nama Mitsubishi Regional Jet (MRJ). Pesawat ini merupakan produksi Mitsubishi Aircraft Corporation (hasil kolaborasi antara MHI dengan Toyota Motor Corporation). MRJ melakukan penerbangan perdana pada November 2015 lalu di sebuah bandara di Nagoya, Jepang.

Secara spesifikasi, MRJ memiliki kapasitas tempat duduk 70-90 penumpang. Pesawat ini memiliki panjang sekitar 35 meter, hidung yang lancip, dan mesin yang terletak di tengah bodi pesawat. Mitsubishi Aircraft Corporation juga mengklaim bahwa MRJ dirancang untuk lebih hemat bahan bakar sehingga dapat menurunkan biaya operasional maskapai penerbangan.

MRJ memiliki waktu sekitar 1,5 tahun untuk menyelesaikan pengujian dan sertifikasi, sebelum mulai dikirim ke pemesan pada kuartal kedua tahun 2017 mendatang. Perusahaan sendiri mengklaim telah menerima firm order sebanyak 223 pesawat, dengan opsi pembelian sebanyak 184 pesawat lagi.

Baca juga:  Arti Konvensional dalam Berbagai Bidang