Politik Luar Negeri Indonesia

Politik luar negeri Indonesia adalah bebas-aktif. Politik bebas aktif adalah

sikap politik luar negeri (yang dicetuskan Indonesia) yang tidak terikat oleh suatu ideologi, tidak masuk blok negara asing tertentu dan dengan aktif ikut mengambil prakarsa dalam mengembangkan persahabatan dan kerja sama internasionalMakna ‘bebas’ dalam konsep politik bebas aktif memiliki arti bahwa Indonesia bersikap tidak memihak kepada suatu pihak dalam sebuah pertentangan dan ‘aktif’. Artinya, Indonesia tetap berdasar pada niat dan tujuan untuk bergabung dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan menjadi anggota yang setia dan bersungguh-sungguh dalam mewujudkan kesejahteraan dan perdamaian dunia (Hatta, 1953:21).politik-bung-hatta.

Dengan berlakunya sistem politik bebas-aktif ini, Indonesia dapat menjadi negara yang cukup berperan dalam politik internasional tanpa harus memihak pada satu kelompok. Hal ini menjadikan Indonesia mampu berbaur dengan negara-negara lain, karena tidak adanya batasan oleh oleh sebab keterlibatan dalam suatu kelompok tertentu.

Baca juga:  Arti Istilah ‘Swag’ di Instagram

Landasan politik luar negeri Indonesia dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

  1. landasan konstitusional
  2. landasan idiil
  3. landasan operasional.

Alami (2008: 27-28) menjelaskan bahwa landasan konstitusi politik luar negeri Indonesia adalah UUD 1945, landasan idiilnya adalah Pancasila, sedangkan landasan operasionalnya tergantung pada periode pemerintahan, jadi landasan idiil dan penerapannya senantiasa berubah sesuai dengan kepentingan nasional. Landasan konstitusional dari sistem politik luar negeri Indonesia adalah UUD 1945 yang berfungsi menetapkan garis besar kebijakan luar negeri Indonesia.

Menurut Hatta, sistem politik bebas aktif memiliki tujuan-tujuan sebagai berikut:

  1. Memperoleh barang barang yang diperlukan dari luar negeri untuk memperbesar kemakmuran rakyat apabila barang-barang itu tidak atau belum dapat dihasilkan sendiri Seperti barang konsumsi, obat obatan dan makanan.
  2. Meningkatkan perdamaian Internasional karena hanya dalam keadaan damai Indonesia dapat membangun dan memperoleh syarat syarat yang diperlukan untuk memperbesar kemakmuran rakyatnya
  3. Meningkatkan persaudaraan segala bangsa sebagai pelaksanaan cita-cita yang tersimpul di dalam Pancasila.
  4. Mempertahankan kemerdekaan bangsa dan menjaga keselamatan negara.
Baca juga:  Keunggulan Militer Indonesia yang Membuat Negara Lain Ngeri

Politik luar negeri Indonesia yang bersifat bebas aktif ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

  1. Posisi geografis Indonesia yang terletak diantara dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudera (Hindia dan Pasifik)\
  2. Bangsa Indonesia telah lama tertindas sebagai bangsa terjajah dan akhirnya berhasil meraih sendiri kemerdekaanya. Artinya, setelah perjuangan yang besar dan hebat dalam merebut kemerdekaan, Indonesia tidak ingin terlibat terhadap blokade-blokade yang rentan, yang dapat membuat kemerdekaan Indonesia kembali terancam.
  3. Indonesia menyadari bahwa kepentingan nasional harus selaras dengan kepentingan luar negeri. Dengan demikian, dibutuhkan suatu sistem politik yang mampu membuat Indonesia berada dalam jajaran aktif bangsa-bangsa yang turut serta memperjuangkan perdamaian dunia namun juga tetap berstatus bebas tanpa memiliki kecenderungan terhadap negara tertentu.
  4. Situasi Internasional pada saat disahkannya sistem politik luar negeri bebas aktif ini sedang carut marut pasca perang dunia ke-II. Pemeritah Negara Republik Indonesia yang pada saat itu baru berusia 3 tahun menyadari akan resiko apabila Indonesia memiliki keberpihakan pada negara-negara yang bertikai.
  5. Pemerintah yang bersih dengan sikap politik yangn adil dan tidak memihak akan menjadi sebuah kekuatan untuk memajukan bangsa sehingga Bangsa Indonesia dapat dihargai di mata dunia Internasional.
Baca juga:  Arti Kata “Dinamis” dan Cirinya