Puluhan Pengunjung Bentuk ‘Rantai Manusia’ Demi Selamatkan Anak yang Tenggelam di Pantai

Stephen (8) dan Noah Ursrey (11) berteriak minta tolong karena terjebak dalam arus saat berlibur ke sebuah di Florida. Roberta, Ibu dari kedua anak tersebut bersama tiga saudara lainnya, berenang untuk menyelamatkan mereka, hanya untuk menemukan anaknya yang tersapu arus. Tidak ada penjaga yang bertugas di Panama kala itu, sementara aparat yang ada di sana justru memilih menunggu kapal penyelamat datang.

Stephen and Noah Ursrey - www.upworthy.com

Stephen and Noah Ursrey - www.upworthy.com

Kejadian tersebut berawal saat Noah dan Stephen bermain papan luncur boogie board, sabtu lalu. Kemudian sang ibu mendengar suara jeritan anaknya meminta tolong, dan bergegas untuk menghampiri dan menyelamatkannya. Namun, bukannya menyelamatkan kedua anaknya tersebut, ia malah ikut terjebak di tengah gelombang.

Baca juga:  Makna Kata Arkais dan Contohnya

Hampir 80 orang bergegas menciptakan ‘rantai ’ guna menyelamatkan keluarga Ursrey tersebut. Ketika rantai itu sampai ke keluarga, perenang yang terdampar itu melewati satu per satu menyusuri rantai sampai mereka berhasil kembali ke pantai dengan selamat.

Awalnya hanya lima relawan yang bersedia membentuk rantai manusia, kemudian bertambah jadi 15. Saat upaya itu tak kunjung berhasil, lebih banyak orang yang bergabung hingga jumlahnya mencapai 80 orang, beberapa dari mereka bahkan tak bisa berenang.

Jessica dan Derek Simmons kemudian berenang melawan ombak menuju keluarga Ursrey. "Aku berenang hingga ujung rantai manusia. Aku meyakinkan diri bahwa aku adalah perenang yang baik," kata Jessica Simmons dilansir dari liputan6.com.

Baca juga:  Struktur mengambang terpanjang di dunia untuk menyelamatkan lautan dari sampah plastik akan segera beraksi

Pertama-tama, pasangan itu menyelamatkan anak-anak. Noah dan Stephen ditarik ke rantai manusia yang terbentuk, yang secara estafet mengangkat mereka hingga ke pantai. Ini adalah bukti kemanusiaan yang benar-benar terbaik: orang-orang yang berusaha membantu orang lain karena ini hal yang benar untuk dilakukan.

Pada saat ini, tidak peduli adanya kontra apapun, dewa apa yang mereka sembah, dari mana asal mereka, apa yang mereka ucapkan, apa kelamin mereka, atau siapa yang mereka cintai. Perbedaan itu pasti ada namun hal tersebut bukanlah sebuah masalah. Orang yang bergabung untuk membangun rantai manusia karena adanya simpati yang masih tertanam dalam setiap hati manusia yang masih peduli terhadap sesamanya.

Baca juga:  Ibtihaj Muhammad, Atlet Berhijab Pertama Asal Amerika di Olimpiade Rio 2016

Selama sekitar sejam setelah upaya penyelamatan dilakukan, semua korban berhasil ditarik ke pantai. Barbara Franz, nenek yang kena serangan jantung langsung diberikan bantuan CPR. Kini, ia dirawat di rumah sakit.

Ketika kita bekerja bersama dengan tujuan yang sama, kita akan lebih kuat jika bersatu daripada terpisah. Ini bukan hal baru (cerita tentang hal itu telah ada selama ribuan tahun), tapi selalu perlu diingat betapa benarnya pepatah tersebut.

Roberta sangat bersyukur atas pertolongan banyak orang yang sesungguhnya tidak saling mengenal itu. Tapi mereka ternyata telah berperan sebagai tangan malaikat untuk menyelamatkan jiwa anaknya.

author
No Response

Leave a reply "Puluhan Pengunjung Bentuk ‘Rantai Manusia’ Demi Selamatkan Anak yang Tenggelam di Pantai"