Randang Itiak adalah masakan khas dari Bukittinggi, Sumatera Barat. Meskipun tidak sepopuler rendang daging, hidangan ini menawarkan rasa yang unik dan menggugah selera. Bebek muda diolah dengan rempah-rempah yang kaya dan santan, menciptakan cita rasa yang mendalam. Mari kita coba membuatnya sendiri!
Bahan-bahan
Bahan 1:
- 1 ekor bebek muda, bersihkan dan potong menjadi 8 bagian
- 1 sdm Desaku Ketumbar Bubuk
- ½ sdt Desaku Kunyit Bubuk
- 1 sdt Ladaku Merica Bubuk
- 2 lembar daun salam
- 5 cm lengkuas
- 1 ½ sdt garam
- 750 ml air
Bahan 2 (haluskan):
- 5 buah cabe merah
- 10 buah bawang merah
- 5 buah bawang putih
- 6 cm lengkuas
- 3 cm jahe
- ¼ sdt Desaku Kunyit Bubuk
- 1 sdt Desaku Ketumbar Bubuk
- 5 butir kemiri
Bahan 3:
- 750 ml santan kental dari 1 ½ butir kelapa
- 4 lembar daun jeruk
- 2 lembar daun salam
- ½ lembar daun kunyit
- 1 ½ sdt garam
- 1 sdt gula
Cara Membuat:
- Rebus semua bahan 1 dengan api kecil selama 30-45 menit hingga bebek menjadi 60 persen empuk. Setelah direbus, angkat bebek dan tiriskan.
- Haluskan semua bumbu dari bahan 2, lalu masukkan ke dalam panci bersama dengan santan dari bahan 3. Masak dengan api sedang hingga mulai mendidih.
- Tambahkan semua sisa bahan 3, lalu masak selama kurang lebih 20 menit hingga bumbu menyusut menjadi setengah atau hingga airnya berkurang 50% dan bumbu mulai berminyak.
- Masukkan potongan bebek ke dalam panci, kemudian masak dengan api kecil. Aduk terus selama 30-35 menit. Sambil memasak, tambahkan 50 ml air. Ulangi menambahkan air kembali 2-3 kali hingga bumbu meresap dan pekat.
- Setelah matang, angkat dan hidangkan hangat-hangat. Untuk rasa yang lebih nikmat, disarankan untuk menghangatkannya kembali dan memasak dengan kayu.
Estimasi Kalori: Dengan semua bahan di atas, total kalori untuk seluruh resep diperkirakan sekitar 1800 kalori. Jika dibagi menjadi 4 porsi, satu porsi Randang Itiak ini memiliki sekitar 450 kalori.
Randang Itiak tidak hanya sekadar makanan; ia juga memiliki nilai budaya yang penting. Hidangan ini sering disajikan dalam acara-acara tradisional dan perayaan, mencerminkan kearifan lokal masyarakat Sumatera Barat. Dari rasa yang kaya hingga proses memasaknya, Randang Itiak adalah contoh nyata kekayaan kuliner Nusantara.