Halo sahabat! Siapa yang tidak suka dengan jajanan tradisional seperti Getuk? Getuk adalah makanan khas Indonesia yang terbuat dari singkong. Biasanya, Getuk berbentuk sederhana, namun kali ini kita akan memodifikasinya menjadi Getuk Singkong Pelangi yang super ceria!
Asal Usul Getuk: Getuk berasal dari Jawa dan sering disajikan dalam acara-acara tertentu. Getuk memiliki makna mendalam dalam budaya Indonesia, sebagai simbol persatuan dan kebersamaan saat berkumpul bersama keluarga atau teman-teman. Mari kita buat versi kekinian dari makanan yang sudah ada sejak lama ini!
Bahan-bahan yang Diperlukan:
- 500 gram singkong, kupas dan potong-potong
- 150 gram gula pasir
- 1/2 sendok teh garam
- 1 sendok teh air daun pandan suji (pasta pandan alami)
- 1 sendok teh air pewarna merah (atau sesuai selera)
- 1 sendok teh air pewarna hijau (atau sesuai selera)
- Kelapa parut secukupnya untuk taburan
Langkah-langkah Membuat Getuk Singkong Pelangi:
- Rebus singkong yang sudah dipotong dalam air mendidih hingga empuk, sekitar 20-25 menit.
- Setelah matang, tiriskan singkong dan haluskan selagi hangat. Bisa menggunakan ulekan atau alat penghalus.
- Campurkan gula pasir dan garam ke dalam singkong yang sudah halus. Aduk hingga tercampur rata.
- Pisahkan adonan menjadi tiga bagian. Satu bagian dibiarkan putih, satu bagian dicampur pasta pandan, dan satu bagian dicampur pewarna merah.
- Siapkan loyang yang sudah diolesi sedikit minyak. Susun adonan dengan warna secara bergantian, mulai dari adonan putih, kemudian hijau, dan merah.
- Ratakan masing-masing warna dan tekan-tekan agar padat. Diamkan selama kurang lebih 20 menit agar mengeras.
- Setelah itu, keluarkan dari loyang dan potong sesuai selera. Sajikan Getuk Singkong Pelangi dengan taburan kelapa parut di atasnya.
Total Kalori: Estimasi total kalori untuk resep ini adalah sekitar 900 kalori. Jika dibagi menjadi 6 porsi, setiap porsi memiliki sekitar 150 kalori.
Selamat mencoba! Nikmati Getuk Singkong Pelangi yang ceria dan penuh cita rasa ini bersama keluarga. Tidak hanya lezat, tetapi juga memberikan nuansa nostalgia dari jajanan tradisional kita.