Bubur sumsum dan biji salak adalah camilan khas Indonesia yang sangat disukai, terutama saat bulan puasa. Bubur sumsum merupakan campuran tepung beras dan santan yang lembut, sedangkan biji salak adalah bola-bola dari ubi yang kenyal. Kombinasi keduanya bikin kita merasakan sensasi manis yang unik dan kenikmatan yang tak terlupakan!
Bahan-bahan
Bubur Sumsum
- 80 gram tepung beras
Biji Salak
- 300 gram ubi merah yang telah dikukus dan dihaluskan
- 50 gram tepung sagu
- ½ sendok teh garam
Kuah Gula Merah
- 500 ml air
- 100 gram gula merah
- 2 sendok makan gula pasir
- ½ sendok teh garam
- Daun pandan secukupnya
- 1 sendok teh sagu (larutkan dengan sedikit air)
Langkah-langkah Memasak
1. Membuat Bubur Sumsum
Lepaskan tepung beras dan sagu dalam sebagian santan, lalu sisihkan. Masak sisa santan dengan garam dan daun pandan sambil terus diaduk hingga mendidih. Setelah mendidih, tuangkan larutan tepung beras dan sagu ke dalam santan yang mendidih dan aduk cepat sampai adonan mengeluarkan bunyi meletup-letup. Angkat dan biarkan dingin.
2. Membuat Biji Salak
Campurkan ubi merah yang telah dihaluskan dengan tepung sagu dan garam. Aduk hingga semua bahan tercampur rata. Bentuk adonan menjadi bulatan-bulatan kecil.
3. Membuat Kuah Gula Merah
Didihkan air bersama gula merah, gula pasir, garam, dan daun pandan. Setelah semuanya mendidih, masukkan bola-bola ubi salak. Tunggu sampai bola-bola tersebut mengapung, lalu masukkan air yang telah dicampur dengan sagu sambil diaduk-aduk. Angkat dan sajikan.
Penyajian
Sajikan bubur sumsum di dalam mangkuk, lalu tambahkan biji salak di atasnya. Nikmati hangat-hangat untuk cita rasa yang lebih mantap!
Perkiraan Kalori
Jika kita menghitung dari bahan-bahan di atas, satu porsi bubur sumsum dan biji salak diperkirakan mengandung sekitar 250-300 kalori. Ini tergantung pada porsi dan jumlah kuah yang disajikan. Manis dan kenyal, camilan ini cocok dinikmati di waktu santai!
Asal Usul dan Makna Budaya
Bubur sumsum dan biji salak merupakan salah satu jajanan pasar tradisional Indonesia yang populer. Bahan-bahannya mudah ditemukan dan cara membuatnya juga cukup sederhana. Cita rasa manis yang dihasilkan dari gula merah membuat hidangan ini sangat istimewa. Biasanya, hidangan ini disajikan saat bulan puasa sebagai takjil untuk berbuka puasa, atau sekadar dinikmati sebagai camilan di sore hari.
Adonan biji salak yang kenyal dijadikan bola-bola kecil dari ubi, mengingatkan kita pada bentuk dan tekstur salak yang sebenarnya. Keduanya menciptakan kenyamanan dan kehangatan saat disantap, menghidupkan kembali kenangan masa kecil bagi banyak orang yang sering menemui jajanan ini di pasar-pasar tradisional.